Penelitian ini menganalisis konsistensi perilaku aman (safety behavior) pekerja shift malam terhadap risiko mekanis di bagian PT XYZ. Kondisi kerja malam dan tuntutan perbaikan darurat diidentifikasi sebagai faktor determinan yang dapat menurunkan kewaspadaan. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan Critical Behavior Checklist (CBC) pada aktivitas perbaikan jaringan pipa, didukung oleh wawancara terstruktur dengan supervisor lapangan. Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat perilaku aman pekerja berada pada angka 66,67%, yang termasuk kategori cukup, dengan pelanggaran dominan berupa tidak menggunakan sarung tangan mekanik, tidak memakai headlamp di area gelap, serta tindakan berisiko seperti memasukkan tangan ke pipa atau valve bertekanan. Faktor penyebab perilaku tidak aman meliputi minimnya penerangan, kelelahan kerja malam, kurangnya safety talk, serta kebiasaan shortcut demi mempercepat pekerjaan. Pendampingan yang diberikan berkontribusi pada peningkatan pemahaman pekerja terhadap bahaya mekanis dan mendorong perbaikan pengendalian risiko, terutama pada penggunaan APD dan pengamanan area kerja. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis perilaku dan edukasi terstruktur efektif dalam memperkuat budaya keselamatan dan menurunkan potensi risiko mekanis pada operasional shift malam.
Copyrights © 2026