Beban kerja adalah tugas yang harus diselesaikan oleh pekerja sesuai dengan kapasitasnya dalam waktu tertentu. Kelelahan fisik merupakan kondisi menurunnya daya tubuh akibat aktivitas kerja yang berat dan berulang. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kelelahan fisik pada tenaga kerja di IPAL Margasari Kota Balikpapan. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Variabel yang digunakan yaitu beban kerja dan kelelahan fisik. Beban kerja diukur dengan metode Cardiovascular Load (CVL) dan kelelahan fisik dengan Subjective Self Rating Test (SSRT) dari IFRC. Sampel berjumlah 33 responden dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan beban kerja dominan dalam kategori rendah (75,8%) dan kelelahan fisik dominan dalam kategori rendah (51,5%). Hasil regresi menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,857 dan nilai signifikansi 0,024 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara beban kerja terhadap kelelahan fisik. Nilai R Square sebesar 0,153 menunjukkan bahwa beban kerja memengaruhi kelelahan fisik sebesar 15,3%. Sedangkan sisanya 84,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Saran yang diberikan adalah perusahaan disarankan untuk menyediakan alat bantu angkut seperti katrol atau troli dalam proses pengurasan bak yang melibatkan aktivitas fisik berat, serta melakukan pemantauan rutin terhadap beban kerja karyawan melalui evaluasi atau survei agar risiko kelelahan fisik dapat diminimalkan dan kinerja tetap optimal.
Copyrights © 2025