Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat risiko postur kerja dan keluhan muskuloskeletal pada pekerja angkat barang di PT. Listy Harjo Makmur, sebuah perusahaan penyedia barang pokok. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan lima informan utama yang melakukan aktivitas Manual Material Handling (MMH) tanpa alat bantu mekanis. Metode yang digunakan dalam analisis postur adalah Rapid Upper Limb Assessment (RULA), yang menilai beban fisik pada bagian tubuh atas seperti leher, punggung, dan pergelangan tangan. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas angkat barang dilakukan dengan postur tidak ergonomis, seperti membungkuk dengan sudut torso 16,6°, leher 27,1°, dan pergelangan tangan 20,1°. Skor RULA sebesar 8 mengindikasikan tingkat risiko tinggi, yang membutuhkan intervensi segera. Selain itu, data kuesioner Nordic Body Map mengungkapkan keluhan terbanyak pada pinggang, punggung, leher, dan pergelangan tangan. Faktor penyebab utama adalah postur kerja yang buruk dan dilakukan secara berulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas angkat barang secara manual tanpa pendekatan ergonomi dapat meningkatkan risiko Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs). Oleh karena itu, diperlukan tindakan perbaikan seperti pelatihan ergonomi, rotasi kerja, serta penyediaan alat bantu angkat untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kenyamanan kerja.
Copyrights © 2025