Kebakaran merupakan salah satu risiko yang dapat menyebabkan kerugian besar, baik dalam bentuk kerusakan material maupun ancaman terhadap keselamatan jiwa. Di lingkungan kerja seperti PT. PLN (Persero) UP2D KALTIMRA, kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kebakaran menjadi aspek yang sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan dan sosialisasi terhadap kualitas pelaksanaan simulasi tanggap darurat kebakaran. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan metode analisis regresi linear berganda. Penelitian ini melibatkan 51 responden yang seluruhnya merupakan karyawan unit tersebut. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan software SPSS dengan teknik bootstrapping, karena data tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik secara parsial maupun simultan, pelatihan dan sosialisasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas simulasi tanggap darurat, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 dan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,011. Hal ini mengindikasikan bahwa hanya 1,1% variasi dalam kualitas simulasi dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sementara sisanya disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulannya, meskipun pelatihan dan sosialisasi telah dilakukan, efektivitasnya masih rendah dalam meningkatkan mutu simulasi tanggap darurat. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan, metode, dan pelaksanaan program pelatihan serta sosialisasi yang ada.
Copyrights © 2025