Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kerja yang tinggi, baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental pekerja adalah sistem shift kerja, terutama pada pekerjaan yang beroperasi selama 24 jam penuh. Shift kerja yang tidak sesuai dengan ritme biologis manusia dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hidup dan berujung pada stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dengan tingkat stres kerja pada operator dump truck di PT. Jaya Mining Pacific. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 40 responden menggunakan teknik total sampling. Data shift kerja diperoleh dari data sekunder perusahaan, sementara data stres kerja dikumpulkan menggunakan kuesioner HSE Management Standards Indicator Tool. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebanyak 35% responden mengalami stres kerja kategori rendah, 27,5% sedang, 30% tinggi, dan 7,5% sangat tinggi. Responden shift malam memiliki proporsi stres tinggi dan sangat tinggi tertinggi dibandingkan shift pagi dan siang. Hasil uji inferensial menggunakan Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara shift kerja dan stres kerja dengan nilai korelasi (r = -0,821) dan signifikansi (p = 0,000).
Copyrights © 2025