Latar belakang: Stres kerja merupakan salah satu faktor psikososial yang berpotensi memengaruhi produktivitas karyawan di lingkungan kerja yang menuntut performa tinggi. Tujuan penelitian: bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan produktivitas pekerja pada PT. Angkasa Pura Support di Balikpapan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yang mengacu pada Permenaker No. 5 Tahun 2018 untuk stres kerja, serta instrumen produktivitas kerja dari Eko Hartanto (2017). Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami stres kerja dalam kategori sedang (37,14%), sementara tingkat produktivitas kerja sebagian besar juga berada dalam kategori sedang (68,57%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara stres kerja dan produktivitas kerja, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,742 dan p-value = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa stres kerja dalam tingkat tertentu dapat berperan sebagai eustress yang mendorong peningkatan kinerja. Kesimpulan: Ada hubungan antara stress kerja dengan produktivitas pekerja pada PT Angkasa Pura Support di Balikpapan.
Copyrights © 2025