Perkembangan industri mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk, namun seringkali mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dimana perilaku tidak aman (unsafe behavior) menjadi penyebab utama kecelakaan kerja. Di Warehouse PT. COSL INDO Balikpapan, penerapan Keselamatan Berbasis Perilaku atau Behavior Based Safety (BBS) masih terbatas pada safety morning briefing dan belum memiliki standar yang baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan safety behavior dan mengidentifikasi perilaku tidak aman pada pekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan DOIT (Define, Observe, Intervene, Test) dari E. Scott Geller. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan lima pekerja yang terdiri dari empat operator lapangan dan satu mekanik spesialis peralatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai Safe Behavior Index (SBI) pada aspek individu sebesar 71,42% (Cukup Aman), aspek perilaku 54,54% (Kurang Aman), dan aspek lingkungan 83,33% (Cukup Aman). Ditemukan bahwa penyebab utama perilaku tidak aman adalah faktor kenyamanan pribadi dan efisiensi waktu yang mengesampingkan prosedur keselamatan. Kesimpulannya, tingkat perilaku keselamatan di Warehouse PT. COSL INDO Balikpapan masih memerlukan intervensi segera, terutama pada aspek perilaku pekerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
Copyrights © 2025