Latar belakang : Lingkungan kerja yang padat tuntutan, tekanan waktu, dan risiko pekerjaan tinggi seperti di sektor pertambangan dapat memicu stres kerja pada karyawan. Jika tidak ditangani dengan baik, stres kerja dapat berdampak pada keselamatan kerja, produktivitas, dan kesehatan mental pekerja. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan antara usia dan masa kerja dengan stres kerja pada karyawan PT. Singlurus Pratama Site Argosari. Metode : Penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan desain Cross-Sectional. Sampel berjumlah 95 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner DASS-42 dari Lovibond dan Lovibond (1995) untuk mengukur tingkat stres kerja. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori usia paling dominan adalah ≥ 25 tahun sebanyak 86 orang (90,5%) dan masa kerja ≥ 5 tahun sebanyak 87 orang (91,6%). Tingkat stres kerja paling banyak berada pada kategori sedang sebanyak 31 responden (32,6%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia (p = 0,037) dan masa kerja (p = 0,014) dengan stres kerja. Regresi logistik menunjukkan bahwa usia ≥ 25 tahun berisiko 7 kali dan masa kerja ≥ 5 tahun berisiko 3,6 kali mengalami stres kerja berat. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia dan masa kerja dengan tingkat stres kerja pada karyawan PT. Singlurus Pratama Site Argosari.
Copyrights © 2025