Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya yang dominan mencakup paparan sinar las, asap berbahaya, penggunaan gas acytiline, proses pengangkatan material untuk pengelasan, dan ketidak patuhan pekereja dalam penggunaan APD. Analisa bahaya dan risiko dilakukan pada setiap tahapan proses pengelasan dengan menggunakan metode HAZOP, untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko. Penilian risiko mengacu pada matriks kombinasi antara likelihood dan consequences, yang menghasilkan tingkat risiko mulai rendah hingga tinggi. Sebagai bentuk pengendalian, perusahaan telah menyediakan APD lengkap, melakukan pelatihan, dan inspeksi secara berkala. Namun demikian, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui pengawasan ketat dan penegakan disiplin K3. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan metode HAZOP sebagai alat untuk mengidentifikasi sistematis untuk mencegah kecelakaan kerja dan meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan kerja.
Copyrights © 2025