Industri pengolahan air bersih memiliki risiko keselamatan kerja yang signifikan, terutama selama proses pembubuhan dan pengenceran di mana bahan kimia berbahaya dan peralatan mekanis digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bahaya, menilai risiko, dan membuat strategi pengendalian risiko untuk keselamatan kerja pada proses pembubuhan dan pengenceran di Instalasi Pengolahan Air PERUMDA Tirta Manuntung Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Wawancara semi-terstruktur dengan karyawan dan pengawas, observasi lapangan, serta analisis dokumen digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 43 potensi bahaya dari 8 aktivitas utama proses pembubuhan dan pengenceran, yang terdiri dari bahaya fisik, kimia, dan ergonomis. Sebelum dilakukan pengendalian tambahan, proporsi risiko sedang sebesar 58% dan tinggi 42%. Setelah pengendalian tambahan berdasarkan hirarki pengendalian risiko, proporsi risiko menurun menjadi 72% rendah dan 28% sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode HIRARC yang sistematis dengan pengendalian yang tepat dapat menurunkan tingkat risiko keselamatan kerja secara signifikan.
Copyrights © 2026