Ujub merupakan tuturan yang disampaikan oleh tukang ngajatne atau moden metri (pemimpin selamatan di Desa Ringinpitu). Ujub termasuk dalam sastra lisan karena diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi secara lisan. Ujub disampaikan dengan bahasa Jawa krama inggil. Makna ujub hanya dapat dipahami oleh pemimpin metri maupun generasi tua. Sementara itu, generasi muda masih kurang dapat memahami isi dari ujub yang disampaikan pada tradisi metri. Oleh karena itu penting untuk meneliti tentang ujub. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek bunyi dan makna dari ujub dalam tradisi metri. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi saat pemimpin metri mengucap ujub saat metri dilakukan. Subjek penelitian adalah tiga pemimpin metri yang ada di Desa Ringinpitu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan rima/persajakan, dalam ujub ditemukan ada aliterasi, asonansi, dan efoni. Sementara itu, makna ujub dapat ditinjau dari tiga bagian utama ujub yaitu pembuka, inti, dan penutup.
Copyrights © 2024