Platform media sosial pada era eksponensial di awal tahun 2025 digemparkan adanya fenomena kemunculan karakter-karakter fiktif yang memiliki nama, ciri, dan deskripsi absurd namun menjadi tren menghibur karena dianggap menarik dan lucu pelafalan dan visualisasinya. Terjadilah perbedaan pendapat, penerimaan bahkan penolakan terhadap kemunculan anomali ini. Munculnya anomali ini dianggap dapat merusak pola pikir generasi muda, ada juga anggapan dapat membawa impresi positif terhadap perkembangan bahasa generasi saat ini. Anomali ini bermunculan di platform media sosial seperti Tiktok dan Instagram. Rumusan masalah dalam penelitian ini (1) Mendeskripsikan retrivasi dan makna bahasa anak usia prasekolah dan TK terhadap fenomena Italian Brairot, (2) Mendeskripsikan impresi bahasa positif dan negatif terhadap fenomena Italian Brainrot. Jenis penelitian: studi kasus dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian: Subjek penelitian mudah menyerap kosakata atau pelafalan nama dari anomali Italian Brainrot. Hal ini dapat menstimulasi kemampuan pemerolehan bahasanya lebih kompleks. Simpulan: impresi bahasa positif bagi anak dapat meningkatkan kreativitas, dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi, dapat mengembangkan keterampilan sosial sedangkan impresi bahasa negatif bagi anak berupa penurunan kemampuan berpikir realistis, gangguan fokus dan konsentrasi, perkembangan bahasa terhambat, beromunikasi menjadi patah-patah, kosakata menyusut, kesulitan memahami instruksi sederhana, penurunan kemampuan penalaran, kelelahan mental, perubahan suasana hati, cenderung marah saat gadget diambil atau dibatasi, kesulitan berinteraksi, dan kecanduan.
Copyrights © 2025