Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk modalitas yang muncul dalam tuturan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) P3B di Desa Lonthoir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori Linguistik Sistemik Fungsional Halliday yang membagi modalitas ke dalam dua tipe utama, yaitu modalization dan modulation. Modalization mencakup penggunaan bahasa yang menandai probability (kemungkinan) dan usuality (kebiasaan), sedangkan modulation mencakup bentuk-bentuk yang menunjukkan obligation (keharusan) dan inclination (kecenderungan). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dalam interaksi sehari-hari, anggota kelompok tani menggunakan kedua tipe modalitas tersebut secara bervariasi sesuai dengan konteks komunikasi. Modalization tampak ketika penutur menyampaikan dugaan, maupun kebiasaan yang berkaitan dengan aktivitas perkebunan pala. Sementara itu, modulation digunakan untuk mengekspresikan tingkat keharusan maupun kecenderungan dalam menyikapi tugas dan tanggung jawab kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan modalitas tidak hanya berfungsi sebagai sarana linguistik, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperjelas maksud penutur dan mengarahkan jalannya komunikasi. Dengan demikian, penelitian ini penting dilakukan karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran modalitas dalam interaksi kelompok tani, serta dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam pengelolaan perkebunan pala.
Copyrights © 2025