Tujuan analisis strategi ketidaksantunan dalam cyberbulying terhadap anak di media sosial Indonesia untuk mengetahui bagaimana bahasa digunakan oleh netizen untuk menyerang, merendahkan, memanipulasi, dan melukai target. Implikasi cyberbulying terhadap anak di media sosial berdampak negatif harus segera dihentikan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis data model interaktif. Sumber data analisis dari reels facebook dan instagram media sosial di Indonesia. Dari hasil analisis ditemukan strategi ketidaksantunan yang paling umum dilakukan dalam cyberbullying pada anak di media sosial Indonesia adalah positive impoliteness sebanyak 36,1% dan bald on record impoliteness sebanyak 27,7%. Kecenderungan ini terjadi karena kurangnya rasa menghargai orang lain serta suka menyerang secara frontal tanpa peduli perasaan anak karena penyerang merasa tidak langsung bertatap muka dengan yang diserang. Implikasi cyberbulying terhadap anak di media sosial Indonesia berdampak sosial. Dapat menjadi tindak diskriminasi verbal, pemicu konflik sosial, dan potensi pelanggaran hukum. Potensi pelanggaran hukum penghinaan atau ancaman kekerasan KUHP atau UU perlindungan perempuan dan anak, UU ITE pasal 27 tentang penghinaan.
Copyrights © 2025