Penelitian ini membahas bentuk kritik sosial yang disampaikan dalam antologi puisi Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya karya Ibe S. Palogai dengan menggunakan pendekatan ekspresif. Fokus penelitian adalah menelaah bagaimana penyair mengekspresikan emosi, pengalaman subjektif, dan refleksi pribadi melalui kata, bait, dan citraan untuk menyampaikan kritik sosial. Data penelitian terdiri dari 19 puisi yang mengandung kritik sosial, yang dianalisis menggunakan pendekatan ekspresif untuk menangkap pengalaman emosional penyair terkait isu sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, konsumerisme, dan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyair mengekspresikan perasaan frustrasi, cemas, kecewa, marah, dan keterasingan melalui citraan keseharian, finansial, serta kebijakan publik, sehingga puisi berfungsi tidak hanya sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media kritik sosial dan refleksi moral. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan pada ekspresi emosional penyair sebagai sarana memahami kritik sosial, yang memberikan perspektif berbeda dibandingkan analisis tematik atau struktural sebelumnya. Berdasarkan temuan, disarankan agar pendekatan ekspresif digunakan sebagai metode analisis sastra untuk mengungkap makna subjektif dan kritik sosial dalam karya sastra lainnya. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan refleksi dalam pendidikan, literasi sosial, dan pengembangan kesadaran kritis terhadap isu-isu sosial yang relevan.
Copyrights © 2025