Studi ini menganalisis hasil terjemahan dua platform Kecerdasan Buatan (AI), Claude AI dan Gemini AI, dalam menerjemahkan item-item yang bersifat budaya (CSIs) yang terdapat dalam Mozaik Caréta Dâri Madhurâ ke dalam bahasa Inggris. Terjemahan budaya menghadirkan tantangan unik karena tidak adanya kesetaraan leksikal langsung dan makna sosio-budaya yang mendalam yang tertanam dalam teks sumber. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teori prosedur terjemahan budaya Newmark (1988), penelitian ini mengevaluasi strategi yang digunakan oleh masing-masing AI dan keberhasilan mereka dalam mempertahankan makna budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Claude AI cenderung menerapkan strategi komunikatif dan deskriptif, menghasilkan terjemahan yang lebih kaya secara budaya, sementara Gemini AI sangat bergantung pada strategi literal dan calque yang sering mengabaikan nuansa budaya. Studi ini menunjukkan bahwa meskipun terjemahan berbasis AI dapat membantu dalam memproses teks budaya, efektivitasnya bervariasi antar platform. Penelitian ini menyoroti pentingnya sistem terjemahan yang didukung oleh pemahaman budaya untuk mendukung pelestarian dan penyebaran global budaya Madura. Kata kunci: Terjemahan Budaya, Kecerdasan Buatan, Budaya Madura, Claude AI, Gemini AI, Newmark
Copyrights © 2026