Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa dan mengkarakterisasi makna pragmatik yang dimiliki oleh karakter dalam film Everything Everywhere All at Once yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert, serta cara-cara penggunaan makna-makna tersebut dan mengapa makna-makna tersebut dianggap paling banyak digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dan bersifat deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk mengkarakterisasi data, khususnya makna pragmatis dari kata-kata dan kalimat yang didiskusikan oleh karakter dalam film Everything Everywhere All at Once yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert. Memeriksa dan mendeskripsikan makna pragmatik yang digunakan oleh karakter dalam film Everything Everywhere All at Once serta cara penggunaan makna-makna tersebut dan alasan di balik penggunaan makna-makna tersebut adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan pragmatik. Mengkarakterisasi data, dalam hal ini makna pragmatis dari kata-kata dan kalimat yang digunakan oleh para tokoh dalam film Everything Everywhere All at Once yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert, merupakan tujuan dari penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 13% makna pragmatik perintah, 29% makna pragmatik sapaan, 8% makna pragmatik teguran, atau, 8% makna pragmatik pujian, 13% makna pragmatik sarkasme, 4% makna pragmatik nasihat, 21% makna pragmatik teguran, dan 4% makna pragmatik saran. Lebih lanjut, dikatakan bahwa makna pragmatik sapaan dan peringatan lebih banyak ditemukan karena konteks situasi tutur dan keadaan yang digambarkan oleh para tokoh dalam setiap ujarannya, yang sering diawali dengan ajakan atau kata sapaan dan diakhiri dengan ungkapan rasa terima kasih atau pujian terhadap lawan tutur. Kata kunci: Analysis; Pragmatic Meaning; Film; Everything Everywhere All at Once.
Copyrights © 2024