Meningkatnya prevalensi kecanduan game online pada siswa banyak dikaitkan dengan pola kognitif yang disfungsional. Namun demikian, pengujian empiris mengenai organisasi struktural keyakinan irasional dalam kerangka REBT masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model struktural keyakinan irasional dalam memprediksi kecanduan game online pada siswa. Penelitian ini menggunakan desain korelasional. Sampel penelitian adalah 113 siswa kelas X dan XI SMKN 1 Batu yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Attitudes and Beliefs Scale-II (ABS-II) dan Game Addiction Scale (GAS) versi Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis jalur dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demandingness berpengaruh signifikan terhadap low-frustration tolerance (β = 0,349; p = 0,000), dan low-frustration tolerance berpengaruh signifikan terhadap kecanduan game online (β = 0,389; p = 0,000). Sebaliknya, demandingness tidak berpengaruh signifikan terhadap catastrophising (β = −0,128; p = 0,177) maupun self-depreciation (β = 0,059; p = 0,537), serta catastrophising (β = 0,113; p = 0,221) dan self-depreciation (β = 0,038; p = 0,666) tidak berpengaruh signifikan terhadap kecanduan game online. Temuan ini menegaskan peran mediasi low-frustration tolerance dalam model REBT serta implikasinya terhadap intervensi konseling.
Copyrights © 2026