Abstract The Purpose of this journal is 1). To Describe and analyze the reason why traditional people doesn’t register their land. 2). To Know, To describe, to analyze and find out the dominant factor that cause article number 19, paragraph 1, law number 5 of 1960 about agrarian basic regulation doesn’t effective. 3). To Describe and analyze the effort of National Land Institution Apparatus in order to make the land registration become effective for traditional people. The type of this journal is yuridical empirical also with yuridical sociological method. The kind of data source is primary and secondary data. The data will be analyzed by the researcher using 4 (four) theory its Effectivity Theory, Pluralism Theory, Law System theory and law enforcement theory. The Result of this research is, 1). The reason of the tengger people in ngadas Village doesn’t register their land is because there is different perception about their own land. 2). The dominant factor that cause article number 19, paragraph 1 , law number 5 of 1960 about agrarian basic regulation doesn’t effective because the yuridical side stated that there’s no regulation which contains sanction if the land owner doesn’t register their own land. In terms of Culture is, Tengger Indigenous Community Ngadas village feel that in their village land dispute never happened , or related to criminality , culture to register land they own is still lacking 3). The effort of the National Land Institution apparatus urges the village official to be more active in land registration section. Key words: effectiviness, land rights registration, indigenous community  Abstrak Tujuan yang ingin dicapai dalam jurnal ini adalah 1). Untuk mendeskripsikan dan menganalisa alasan mengapa Masyarakat Adat tersebut tidak melakukan pendaftaran tanah. 2). Untuk mengetahui, mendeskripsikan, menganalisa dan menemukan faktor-faktor dominan yang menyebabkan Pasal 19 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria tidak efektif. 3). Untuk mendeskripsikan, dan menganalisa upaya aparat Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malang dalam mengefektifkan pelaksanaan pendaftaran tanah pada Masyarakat Adat. Jurnal ini merupakan penelitian jenis yuridis empiris dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan sekunder. Data tersebut akan di analisis oleh peneliti dengan menggunakan 4 (empat) teori yaitu, teori efektivitas, teori pluralisme hukum, teori sistem hukum, dan teori penegakan hukum. Hasil dari penelitian tesis ini, 1). Alasan Masyarakat Adat Tengger di Desa Ngadas tidak melakukan pendaftaran tanah karena adanya perbedaan persepsi mengenai tanah yang mereka miliki. 2). Faktor-faktor dominan yang menyebabkan Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria tidak efektif adalah dari segi yuridis bahwa tidak adanya peraturan mengenai sanksi apabila pemilik tanah tersebut tidak mendaftarkan tanahnya. Dari segi Culture yaitu, Masyarakat Adat Tengger di Desa Ngadas merasa bahwa di desa mereka tidak pernah terjadi sengketa tanah, ataupun berkaitan dengan kriminalitas, budaya untuk mendaftarkan tanah yang mereka miliki masih sangat kurang 3) Upaya aparat dari Badan Pertanahan Nasional menghimbau agar aparat desa lebih aktif khususnya dalam bidang pendaftaran tanah. Kata Kunci: efektivitas, pendaftaran hak atas tanah, masyarakat adat
Copyrights © 2016