Christian religious education is facing the challenge of religious moderation in the digital era. This is especially true for Christian students in Indonesia who are faced with a lot of information, disinformation, extremism and exclusivism. The purpose of this study is to create new understanding through substantive theory. This study focuses on how to apply an inclusive-dialogical approach to moderate the religious attitudes of Christian students in this digital landscape. The method used is a grounded constructivist approach that is fundamental to capturing the complexity of students' experiences and perspectives. The findings of the study indicate that Christian students reconstruct their understanding of moderation from a strict and dogmatic view to a view centered on critical dialogue; dialogical skills and critical literacy are essential for navigating digital religious information; The inclusive-dialogical approach applied through a holistic, adaptive, and student-focused transformative framework has great potential to foster strong and relevant religious moderation attitudes among Christian students in the digital era.Abstrak Pendidikan Agama Kristen tengah menghadapi tantangan moderasi beragama di era digital. Hal ini khususnya berlaku bagi mahasiswa Kristen di Indonesia yang menghadapi informasi yang sangat banyak, disinformasi, ekstremisme dan eklusivime. Tujuan penelitian untuk menganalisis pendekatan inklusif-dialogis dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai tawaran model moderasi beragama bagi mahasiswa Kristen di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan grounded constructivist yang mendasar untuk menangkap kompleksitas pengalaman dan perspektif mahasiswa. Temuan penelitian menegaskan bahwa pendekatan inklusif-dialogis merupakan model pedagogis yang relevan dan strategis. Melalui kerangka kerja yang transformatif, holistik, adaptif, dan berpusat pada mahasiswa, pendekatan ini tidak hanya membentuk pemahaman teologis yang lebih inklusif, tetapi juga menumbuhkan kapasitas dialog, empati, dan keterbukaan terhadap keberagaman. Dengan demikian, pendekatan inklusif-dialogis dapat diposisikan sebagai tawaran model yang efektif dalam membangun moderasi beragama yang kontekstual dan berkelanjutan di kalangan mahasiswa Kristen di tengah arus digitalisasi. Kata Kunci:Pendidikan Agama Kristen; Moderasi Beragama; Mahasiswa Kristen
Copyrights © 2026