Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Desember 2017

HATESPEECH in ONLINE MEDIA: JAKARTA ON ELECTION 2017

Christiany Juditha (Puslitbang Aptika dan IKP, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI)



Article Info

Publish Date
18 Dec 2017

Abstract

AbstrakPenggunaan media online yang semakin tinggi di Indonesia meningkatnya aktivitas hatespeech (ujaran kebencian) online. Beberapa konflik antar agama terjadi semakin keruh karena informasi di media online cenderung provokatif. Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017, merupakan peristiwa yang banyak mendapat perhatian dan membentuk para mendukung fanatik masing-masing pasangan calon. Aktifitas hatespeech yang ditujukan kepada pasangan lain dan pendukungnya tidak dapat dihindari. Karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang hatespeech di media online tentang calon gubernur-wakil gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Penelitian ini  menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menyimpulkan ada sembilan portal berita online Nasional dalam Line Today  yang memberitakan tentang Pilkada Gubernur DKI Jakarta pada masa kampanye. Tema, marjinalisasi dan prasangka yang mengarah pada ujaran kebencian tidak ditemukan dalam berita-berita. Sedangkan hatespeech dalam isi komentar berita menunjukkan bahwa semua pasangan calon  dikomentari oleh netizen. Namun tema komentar yang paling dominan mengarah pada kebencian terhadap agama dan SARA yang ditujukan kepada Ahok. Meski demikian komentar yang pro Ahok di ruang komentar jauh lebih tinggi. Komentar netizen juga banyak berisikan ujaran kebencian terhadap masing-masing pasangan calon dengan kata-kata yang tidak pantas, menghina, dan melecehkan.      Kata kunci: Hatecpeech, ujaran kebencian, media online, Pilkada Gubernur DKI Jakarta.   AbstractUse online media what the college in Indonesia increased activities hatespeech online. Several inter-religious conflicts happen increasingly murky because information in online   media tends to be provocative. Jakarta governor election in 2017, an event the many got attention and formed the fanatical support of their respective candidate pairs. The hatespeech activities aimed shown to pair lie and supporters can not be avoided. The research purpose is to review the get overview about hatespeech in online media about the candidad governor and governor deputy in Jakarta election 2017. The study using content analysis method with qualitative approach.Results concluded nine online   news national about Jakarta governor election in campaign period in Line Today. Theme, marginalization and prejudice that lead in utterances of hate can not be found in news. While the content of the comments hatespeech of news shows that all candidate pairs by netizen commented. But the dominant theme paled comment yang leads on hatred directed against religious and racial intolerance shown to Ahok. Still comment the pro Ahok high much more. Many netizens also comments containing hateful speech against each candidate pair with words inappropriate, insulting, harassing and painful.Keywords: Hatecpeech, online   media, Jakarta Governor Election.

Copyrights © 2017