Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SENTIMEN DAN IMPARSIALITAS ISI BERITA TENTANG AHOK DI PORTAL BERITA ONLINE Christiany Juditha
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 18, No 1 (2017): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.355 KB) | DOI: 10.31346/jpikom.v18i1.839

Abstract

ABSTRAK- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) adalah sosok kontroversial yang selalu menjadi perhatian publik maupun media di negara ini. Ada yang pro ada pula yang kontra dari sisi kinerja, karakter maupun dari kelompok minoritas yang disandangnya (agama dan etnis). Sebagai media arus utama, portal berita online seharusnya tetap mengedepankan imparsialisasi (keseimbangan dan netralitas) dalam pemberitaannya, meski pihak yang diberitakan kontroversial di masyarakat. Kenyataannya tidak sedikit media online cenderung tidak melakukan prinsip-prinsip tersebut karena berbagai alasan. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang sentimen serta imparsialisasi isi berita tentang Ahok di Tribunnews.com dan Republika.online. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menyimpulkan baik Tribunnews.com maupun Republika.online menggambarkan Ahok dengan sentimen positif dari sisi jenis berita baik politik, kinerja, hukum maupun sosial. Namun kedua portal berita ini belum menerapkan prinsip imparsialisasi secara menyeluruh, karena hanya menyertakan satu sumber berita disebagian besar berita mereka. Sementara isi berita yang netral (tidak memihak) cenderung memiliki nilai rendah dibanding positif maupun negatif.
Hoax Communication Interactivity in Social Media and Anticipation (Interaksi Komunikasi Hoax di Media Sosial serta Antisipasinya) Christiany Juditha
Jurnal Pekommas Vol 3, No 1 (2018): April 2018
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.291 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2018.2030104

Abstract

Currently the dissemination of fake information/news (hoax) increasingly widespread. The Mastel 2017 survey revealed of people receive hoaxes every day and receive more than once. The most widely used channel in hoax distribution is social media. The phenomenon of hoaxes in Indonesia raises doubts about the information received and confuses the public. It is utilized by irresponsible parties to inculcate slander and hatred. Therefore, this study aims to get a picture of the interactivity of hoax communication in social media and how to anticipate it. The research method used is a qualitative approach by highlighting three cases of viral hoax in the community regarding the government of President Jokowi and the Governor of DKI Jakarta, Ahok. The result of this research concludes that communication interactivity is very dynamic. The sender / recipient of the hoax message, is a party that does not like the government. Other recipients of the message are also disagreeing and refuting the hoax as support for the government. Political motive is very strong in this case and there is a goal to bring down the government in power or prevent Ahok from becoming governor of DKI Jakarta again. Hoax that is massively deployed and repeated through social media can form public opinion that the news is true. There are three important approaches to anticipate the spread of hoaxes in the community, namely institutional, technological and literacy approaches.Saat ini penyebaran informasi/berita bohong (hoax) makin marak. Survei Mastel 2017 mengungkapkan bahwa masyarakat menerima hoax setiap hari lebih dari satu kali. Saluran yang paling banyak digunakan dalam penyebaran hoax adalah media sosial. Fenomena hoax di Indonesia menimbulkan keraguan terhadap informasi yang diterima dan mebingungkan masyarakat. Hal ini dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menanamkan fitnah dan kebencian. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang interaksi komunikasi hoax di media sosial dan cara mengantisipasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menyoroti tiga kasus hoax yang ramai di masyarakat menyangkut pemerintahan Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi komunikasi terbangun dengan sangat dinamis. Pengirim atau penerima pesan hoax merupakan pihak yang tidak menyenangi pemerintah. Penerima pesan lainnya juga pihak yang tidak sepakat dan membantah hoax sebagai dukungan terhadap pemerintah. Motif politik sangat kental dalam kasus ini dan ada tujuan menjatuhkan pemerintah yang sedang berkuasa atau mencegah Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta lagi. Hoax yang banyak disebar berulang-ulang melalui media sosial dapat membentuk opini publik bahwa berita tersebut benar adanya. Ada tiga pendekatan penting untuk mengantisipasi penyebaran hoax di masyarakat yaitu pendekatan kelembagaan, teknologi dan literasi.
MEMAHAMI STRUKTUR JARINGAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI CARA STRATEGIS PERIKLANAN DI ERA EKONOMI DIGITAL Christiany Juditha
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020110

Abstract

Advertising in online media is now a modern business phenomenon, along with the growing e-commerce in the era of digital economy. The penetration of social media is so high provides an opportunity for manufacturers to promote products/services through social media. Still not directly drive the purchase intentions of social media users themselves to a product due to some problems that arise, among others, issues of privacy and trus and incomprehension manufacturer of the structure of social media networks make a small promotional impact. The purpose of this study was to determine the structure of social media networks as a strategic way of advertising in the era of digital economy (Instagram of Tokopedia, Traveloka, Lazada, Ayu Ting Ting, Syahrini, Riaricis and Hanggini). This study uses content analysis with qualitative approach that uses the concept of social media structures network category by Shin et al. The results showed that tie srenght, density network, centrality network, and homophile intertwined in the overall studied Instagram account when promoting a product/service. It's just that there are similarities and differences between the accounts of companies and individuals. Seventh this account has the power relationships and network congestion during the promotion process occurs. But the company accounts tend to be less receiving comments. Instead of interactions that occur tend to be higher on account of the company. The entire account owner is also a key man as the main channel of information play an important role in the network sale of product/service. The similarity of characteristics between the account owner and followers are also reflected in the promotion process.Periklanan di media online kini menjadi fenomena bisnis modern, seiring dengan tumbuh pesatnya e-commerce di era ekonomi digital. Penetrasi media sosial yang begitu tinggi juga memberikan peluang bagi produsen untuk mempromosikan produk/jasa melalui medsos. Meski demikian tidak langsung menggerakan niat beli pengguna karena beberapa masalah antara lain soal privasi dan kepercayaan juga ketidakpahaman produsen terhadap struktur jaringan media sosial membuat dampak promosi kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur jaringan media sosial sebagai cara strategis periklanan di era ekonomi digital (iklan di Instagram Tokopedia, Traveloka, Lazada, Ayu Ting Ting, Syahrini, Riaricis dan Hanggini). Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif dengan konsep kategori struktur jaringan media sosial Shin dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori kekuatan hubungankepadatan jaringansentralitas jaringanserta kesamaan karekteristik terjalin dalam keseluruhan akun Instagram yang diteliti saat mempromosikan  produk/jasa. Hanya saja ada kesamaan dan perbedaan antara akun perusahaan dan perorangan. Ketujuh akun ini memiliki kekuatan hubungan dan kepadatan jaringan pada saat proses promosi terjadi. Tetapi akun perusahaan cenderung lebih sedikit menerima komen. Sebaliknya interaksi yang terjadi cenderung lebih tinggi pada akun perusahaan. Semua pemilik akun juga merupakan orang kunci sebagai saluran utama informasiyang berperan penting dalam jaringan promosi produk/jasa. Kesamaan karekteristik  antara pemilik akun dan followers juga tergambar dalam proses promosi. 
PEACE JOURNALISM IN NEWS TOLIKARA RELIGION CONFLICT IN TEMPO.CO - JURNALISME DAMAI DALAM BERITA KONFLIK AGAMA TOLIKARA DI TEMPO.CO Christiany Juditha
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 20, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.20.2.642

Abstract

Conflicts that lead to violence between religious groups occurred in Tolikara, Papua in 2015. These events coincided during the celebration of Eid al-Fitr. Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) UGM reported at the beginning of these events occur, the news appeared in the media in part still needs to be verified. Some are within the limitations of the information precisely to provoke further towards inter-religious conflict. Though the mass media should still need to implement the peace journalism in reporting. The purpose of this study was to obtain an overview of the implementation of the peace journalism in the news about religious conflict of Tolikara in Tempo.co. This study uses a quantitative content analysis. The results showed that most of the news published in Tempo.co orientation leads to peace. The majority of news highlights the root of the problem, as well as featuring many wise leaders outside the circle of conflict. Tempo.co are less likely to show the perpetrators of conflict, and the description of the conflict as a mirror losses for peace. Even for the source or the people who were directly involved in the conflict did not exist (community orientation). Opinion on the orientation of the truth is not found. While the orientation of the completion of the solutions offered relatively more.  Keywords: Journalism peaceful, news, religious conflicts led, online media.Konflik yang mengarah pada kekerasan antar umat beragama terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua pada 2015. Peristiwa ini bertepatan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri.  Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) UGM melaporkan di awal peristiwa ini terjadi, berita-berita yang muncul di media massa sebagian masih perlu diverifikasi. Sebagian lagi dalam keterbatasan informasi justru melakukan provokasi lebih jauh terhadap konflik antar agama. Padahal semestinya media massa tetap harus menerapkan jurnalisme damai dalam pemberitaannya. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan jurnalisme damai dalam berita tentang konflik agama Tolikara di Tempo.co. Penelitian ini  menggunakan metode analisis isi  kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar berita yang dimuat di Tempo.co  mengarah pada orientasi perdamaian. Mayoritas berita menonjolkan  akar masalah, serta banyak menampilkan tokoh bijak di luar lingkaran konflik. Tempo.co cenderung kurang menampilkan pelaku konflik, serta gambaran kerugian konflik sebagai cermin untuk perdamaian. Bahkan untuk sumber atau orang-orang yang terlibat langsung dalam konflik sama sekali tidak ada (orientasi masyarakat). Opini pada orientasi kebenaran juga tidak ditemukan. Sedangkan orientasi penyelesaian solusi yang ditawarkan relatif lebih banyak.Kata kunci:  Jurnalisme damai, berita, konfik agama, media online
ACCESS TO SEARCH AND DISSEMINATION OF INFORMATION ON GOVERNMENT ABOUT COMMUNICATION AND INFORMATICS BY SOCIETY IN SOUTH SULAWESI Christiany Juditha
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Juli 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.966 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.1.962

Abstract

Current information abstraction into the general community needs. Information about good government, policy, program and the rules, especially the field of communication and information technology is important information to be known to the public. However, the problems facing Indonesia's vast territory requires the right strategy to disseminate information in order to come to the community. Besides, many people consider unimportant information on government. The purpose of the study is to get an overview of search access and dissemination of information on government field Kominfo by people in South Sulawesi (Makassar, Gowa, and North Toraja). The study used survei method with quantitative approach with 156 respondents. The study concluded that respondents were not too many take advantage of the government's official media Kominfo (central and local) to find information. Nevertheless some information topics of concern among respondents about the negative charge internet sites, public disclosure, the migration of analogue to digital TV, and UU ITE. Internet and social media are used by very few respondents in mengkases information while television and outdoor media (banner / billboard) became the most widely used. The majority of respondents also had forwarded the information obtained to family members and friends with a direct communication as well as via email, social media, and instant messanging. Keywords: information retrieval, dissemination of information, government information.  Abstrak Saat ini informasi menjadi kebutuhan masyarakat umum. Informasi tentang pemerintah misalnya kebijakan, program maupun aturan khususnya bidang komunikasi dan informatika (kominfo)  merupakan informasi penting  diketahui masyarakat. Namun, masalah wilayah Indonesia yang luas membutuhkan strategi tepat untuk menyebarkan informasi agar sampai pada masyarakat. Disamping itu banyak masyarakat menganggap informasi tentang pemerintah tidak penting. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan gambaran tentang akses pencarian dan penyebaran informasi tentang pemerintah bidang kominfo oleh masyarakat di Sulawesi Selatan (Makassar, Gowa, dan Toraja Utara). Penelitian menggunakan metode survei pendekatan kuantitatif dengan 156 responden. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa responden tidak terlalu banyak memanfaatkan media resmi pemerintah bidang kominfo (pusat dan daerah) dalam mencari informasi. Meski demikian beberapa topik informasi yang menjadi perhatian responden diantaranya soal situs internet muatan negatif, keterbukaan informasi publik, migrasi TV analog ke digital, dan  UU ITE. Internet dan media sosial sangat sedikit digunakan oleh responden dalam mengakses informasi sedangkan televisi dan media luar ruang (spanduk/baliho) menjadi media yang paling banyak digunakan. Mayoritas responden juga pernah meneruskan informasi yang diperoleh ke anggota keluarga  dan teman dengan komunikasi langsung serta melalui email, media sosial, dan instant messanging.     Kata Kunci: pencarian informasi, penyebaran informasi, informasi pemerintah   
HATESPEECH in ONLINE MEDIA: JAKARTA ON ELECTION 2017 Christiany Juditha
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Desember 2017
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.061 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.21.2.1134

Abstract

AbstrakPenggunaan media online yang semakin tinggi di Indonesia meningkatnya aktivitas hatespeech (ujaran kebencian) online. Beberapa konflik antar agama terjadi semakin keruh karena informasi di media online cenderung provokatif. Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017, merupakan peristiwa yang banyak mendapat perhatian dan membentuk para mendukung fanatik masing-masing pasangan calon. Aktifitas hatespeech yang ditujukan kepada pasangan lain dan pendukungnya tidak dapat dihindari. Karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang hatespeech di media online tentang calon gubernur-wakil gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Penelitian ini  menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menyimpulkan ada sembilan portal berita online Nasional dalam Line Today  yang memberitakan tentang Pilkada Gubernur DKI Jakarta pada masa kampanye. Tema, marjinalisasi dan prasangka yang mengarah pada ujaran kebencian tidak ditemukan dalam berita-berita. Sedangkan hatespeech dalam isi komentar berita menunjukkan bahwa semua pasangan calon  dikomentari oleh netizen. Namun tema komentar yang paling dominan mengarah pada kebencian terhadap agama dan SARA yang ditujukan kepada Ahok. Meski demikian komentar yang pro Ahok di ruang komentar jauh lebih tinggi. Komentar netizen juga banyak berisikan ujaran kebencian terhadap masing-masing pasangan calon dengan kata-kata yang tidak pantas, menghina, dan melecehkan.      Kata kunci: Hatecpeech, ujaran kebencian, media online, Pilkada Gubernur DKI Jakarta.   AbstractUse online media what the college in Indonesia increased activities hatespeech online. Several inter-religious conflicts happen increasingly murky because information in online   media tends to be provocative. Jakarta governor election in 2017, an event the many got attention and formed the fanatical support of their respective candidate pairs. The hatespeech activities aimed shown to pair lie and supporters can not be avoided. The research purpose is to review the get overview about hatespeech in online media about the candidad governor and governor deputy in Jakarta election 2017. The study using content analysis method with qualitative approach.Results concluded nine online   news national about Jakarta governor election in campaign period in Line Today. Theme, marginalization and prejudice that lead in utterances of hate can not be found in news. While the content of the comments hatespeech of news shows that all candidate pairs by netizen commented. But the dominant theme paled comment yang leads on hatred directed against religious and racial intolerance shown to Ahok. Still comment the pro Ahok high much more. Many netizens also comments containing hateful speech against each candidate pair with words inappropriate, insulting, harassing and painful.Keywords: Hatecpeech, online   media, Jakarta Governor Election.
HEGEMONI di MEDIA SOSIAL: KASUS AKUN GOSIP INSTAGRAM @LAMBE_TURAH Christiany Juditha
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 22, No 1 (2018): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI dan OPINI PUBLIK - Juli 2018
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.27 KB) | DOI: 10.33299/jpkop.22.1.1339

Abstract

Abstract The latest news about the celebrities can not only be obtained from television infotainment only, but also through gossip accounts in social media. One of them in Instagram account @ lambe_turah. This account is very profitable for business because it can be a media promotion of various products. But by revealing the privacy of people without thinking about the implications and reactions of society because it becomes a problem. Until here hegemony (power) as a social media seems to dominate this phenomenon. Therefore, the purpose of this study is to get an overview of the economic, social and political hegemony of social media on the @lambe_turahgossip account. This research method using literature study. The results conclude that the economic strength of @ lambe_turah can be seen from the messages distributed simultaneously, when and where it can be accepted by its followers consisting of various audiences’ class. With the number of millions followers, @lambe_turah enter the line of endorsement programs that generate economic benefits. Political hegemony @ lambe_turah can be seen freely they post any news about the celebrities either the positive or negative. This unlimited power has made @lambe_turah several times having problems with a number of artists especially if the news is negative. While the cultural hegemony in @ lambe_turah is symmetrically illustrated by the many postings that are like and commented on indicate that netizen's attention is very high. @lambe_turah also has a major influence in the formation of public opinion. Keywords: hegemony, social media, gossip account, instagram, lambe_turah