Fokus penelitian ini adalah kurangnya kemampuan peserta didik SD tentang bernalar kritis. Penelitian ini memperkirakan bahwa penyebabnya seperti metode pengajaran yang berfokus pada guru serta minimnya pemanfaatan media interaktif. Fokus pada penelitian ini yaitu menginvestigasi apakah gaya belajar mengajar berlandaskan masalah (PBL) yang dikombinasikan dengan video animasi interaktif dapat membantu siswa di UPTD SDN 84 Barru meningkatkan kemampuan menganalisis secara kritis mereka dalam Sains. Studi ini mengadopsi metode kuantitatif dengan rancangan kuasi-eksperimental yang meliputi dua kelas: kelas yang diterapkan tindakan dengan yang tidak. Untuk menilai proses pembelajaran yang sedang berlangsung, tes esai digunakan untuk mengumpulkan informasi dalam rangka menilai keterampilan analisis dan pengamatan. Hasil memperlihatkan bahwasanya rerata hasil posttest pada kelas eksperimen (82,67) meningkat daripada kelas kontrol (67,33). Secara keseluruhan, analisis statistik memperlihatkan bahwasanya penggunaan gaya PBL dengan bantuan video animasi interaktif terbukti sukses untuk mendorong keterampilan bernalar kritis para peserta didik di SD. Hasil Sig 0,000 terletak di bawah 0,05, menandakan bahwasanya penggunaan model ini terdapat pengaruh yang positif pada keterampilan bernalar kritis peserta didik. Kata kunci: Problem Based Learning, video animasi interaktif, bernalar kritis, IPAS
Copyrights © 2026