Rendahnya kejujuran dikalangan siswa sekolah dasar menjadi pemicu utama dilakukanya penelitian ini, disamping itu minimnya media ajar yang atraktif dan berakar pada kearifan semtempat turut memperparah kondisi tersebut. berbagai bahan ajar yang tersedia di lapangan masih dinilai kurang mumpuni dalam menginternalisasikan nilai-nilai moral secara kantekstual, yang berakibat pada menutunnya minat siswa terhadap kegiatan belajar. Salah satu tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengambil inspirasi dari literatur budaya guna menciptakan buku cerita bergambar. Dua tujuan lainnya adalah untuk menilai validitas dan kegunaan buku tersebut. Secara khusus, model pengembangan 4D yang terdiri dari langkah-langkah “define, design, develop, dan disseminate” digunakan dalam proses penelitian dan pengembangan. Wawancara, distribusi kuesioner jawaban kepada siswa, dan penyediaan lembar penilaian kepada validator ahli media dan ahli materi semuanya berkontribusi pada prosedur pengumpulan data. Sebanyak 77% validator materi menilai produk yang dihasilkan sebagai Layak, menurut temuan penelitian, sementara 84% validator media menilai produk tersebut sebagai Sangat Layak, menurut survei yang sama. Selain itu, dalam beberapa uji coba yang dilakukan dengan siswa, reaksi positif rata-rata sebesar 90% tercatat, termasuk dalam kelompok Sangat Praktis. Demikian pula, dengan respons evaluasi sebesar 95%, kategori yang sama dengan siswa, hasilnya baik untuk para instruktur. Berdasarkan hasil ini, masuk akal untuk berasumsi bahwa buku cerita bergambar yang didasarkan pada iterasi budaya ini dapat digunakan untuk mengajarkan nilai kejujuran kepada murid sekolah dasar.
Copyrights © 2026