Perkembangan GIG economi dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi fenomena global yang secara signifikan mengubah pola hubungan kerja dan praktik manajemen sumber daya manusia (MSDM). Gig economy ditandai oleh meningkatnya pekerjaan berbasis proyek, kontrak jangka pendek, serta pemanfaatan platform digital sebagai perantara antara pekerja dan pemberi kerja. Kondisi ini menantang paradigma MSDM tradisional yang umumnya berorientasi pada hubungan kerja jangka panjang, struktur organisasi yang hierarkis, serta sistem pengelolaan tenaga kerja yang terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gig economy terhadap praktik MSDM tradisional, khususnya dalam aspek rekrutmen, pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, serta sistem kompensasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah terkini dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa gig economy mendorong transformasi signifikan dalam praktik MSDM, di antaranya melalui digitalisasi proses rekrutmen, fleksibilitas dalam pengelolaan tenaga kerja, serta pergeseran dari sistem kerja permanen menuju model kerja berbasis proyek. Selain itu, organisasi dituntut untuk mengembangkan strategi MSDM yang lebih adaptif, berbasis teknologi, dan responsif terhadap kebutuhan tenaga kerja non-tradisional. Namun demikian, perubahan ini juga menghadirkan sejumlah tantangan, seperti meningkatnya ketidakpastian kerja, keterbatasan perlindungan sosial bagi pekerja gig, serta menurunnya tingkat loyalitas dan keterikatan karyawan terhadap organisasi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi kebijakan dan praktik MSDM yang mampu menyeimbangkan fleksibilitas kerja dengan perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja.
Copyrights © 2026