p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Global Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Human Kapital dalam Meghadapi Discrupsi Teknologi dan Artificial Intelligence (AI) Ashadi Achmadin; Sunarto
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i8.367

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu pendorong utama terjadinya disrupsi dalam dunia kerja dan organisasi modern. Transformasi digital yang dipercepat oleh AI tidak hanya mengubah struktur pekerjaan, tetapi juga memengaruhi pola kompetensi, produktivitas, serta strategi pengelolaan sumber daya manusia. Berbagai studi terbaru menunjukkan bahwa penerapan AI mampu meningkatkan efisiensi organisasi dan produktivitas karyawan, sekaligus menuntut perubahan mendasar dalam pengelolaan human capital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi human capital dalam menghadapi disrupsi teknologi dan AI dengan menggunakan pendekatan studi literatur berbasis sumber ilmiah terkini (2022–2026). Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap jurnal akademik, laporan lembaga global, serta penelitian empiris yang relevan dengan transformasi manajemen sumber daya manusia di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI tidak sepenuhnya menggantikan tenaga kerja, melainkan menggeser kompetensi dan meningkatkan kebutuhan keterampilan baru. AI juga terbukti meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang kerja baru, meskipun berpotensi mendisrupsi sebagian pekerjaan dalam jangka pendek. Strategi utama pengelolaan human capital meliputi reskilling dan upskilling, integrasi human-centered AI, serta pemanfaatan data analitik dalam keputusan SDM. Keberhasilan implementasi AI bergantung pada kesiapan organisasi membangun budaya belajar berkelanjutan, adaptabilitas, dan kolaborasi manusia-teknologi. Investasi pada pengembangan human capital menjadi kunci keberhasilan integrasi AI dan keberlanjutan organisasi. Kesimpulannya, strategi human capital yang adaptif, inovatif, dan berorientasi masa depan sangat krusial, dan organisasi yang mampu mengintegrasikan AI dengan pengembangan SDM secara strategis akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat.
Pengaruh GIG Ekonomi terhadap Praktek MSDM Tradisional Muklisin; Sunarto
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i8.369

Abstract

Perkembangan GIG economi dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi fenomena global yang secara signifikan mengubah pola hubungan kerja dan praktik manajemen sumber daya manusia (MSDM). Gig economy ditandai oleh meningkatnya pekerjaan berbasis proyek, kontrak jangka pendek, serta pemanfaatan platform digital sebagai perantara antara pekerja dan pemberi kerja. Kondisi ini menantang paradigma MSDM tradisional yang umumnya berorientasi pada hubungan kerja jangka panjang, struktur organisasi yang hierarkis, serta sistem pengelolaan tenaga kerja yang terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gig economy terhadap praktik MSDM tradisional, khususnya dalam aspek rekrutmen, pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, serta sistem kompensasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah terkini dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa gig economy mendorong transformasi signifikan dalam praktik MSDM, di antaranya melalui digitalisasi proses rekrutmen, fleksibilitas dalam pengelolaan tenaga kerja, serta pergeseran dari sistem kerja permanen menuju model kerja berbasis proyek. Selain itu, organisasi dituntut untuk mengembangkan strategi MSDM yang lebih adaptif, berbasis teknologi, dan responsif terhadap kebutuhan tenaga kerja non-tradisional. Namun demikian, perubahan ini juga menghadirkan sejumlah tantangan, seperti meningkatnya ketidakpastian kerja, keterbatasan perlindungan sosial bagi pekerja gig, serta menurunnya tingkat loyalitas dan keterikatan karyawan terhadap organisasi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi kebijakan dan praktik MSDM yang mampu menyeimbangkan fleksibilitas kerja dengan perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja.