ABSTRACTStunting remains a critical health challenge in the Kubu Raya Regency, driven by monotonous dietary patterns and high dependency on market-supplied food. Despite having abundant residential yard space, the community in Punggur Kapuas Village has not optimally utilized these areas for food production due to a lack of technical knowledge. This program aimed to enhance the knowledge and skills of local households in managing their yards sustainably to improve family nutrition. The program employed a participatory empowerment approach involving 20 participants. The methodology included coordination, interactive nutrition workshops, hands-on technical training (seed sowing, polybag preparation, organic composting), and intensive monitoring. The initiative resulted in a significant transformation of technical skills. Participants successfully mastered organic fertilizer production and diversified crops with nutrient-dense vegetables. The program fostered high community engagement and established a foundation for food self-sufficiency. Yard optimization serves as a strategic solution for achieving family food independence. Sustainability depends on institutionalizing these activities through Community Self-Help Groups (KSM).Keywords: Sustainable Cultivation, Family Nutrition, Stunting Prevention, Yard Optimization, Punggur Kapuas.ABSTRAKStunting masih menjadi tantangan kesehatan yang kritis di Kabupaten Kubu Raya, yang dipicu oleh pola makan monoton serta tingginya ketergantungan pada pasokan pangan pasar. Meskipun memiliki lahan pekarangan yang luas, masyarakat di Desa Punggur Kapuas belum mengoptimalkan area tersebut untuk produksi pangan akibat keterbatasan pengetahuan teknis. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan rumah tangga dalam mengelola pekarangan secara berkelanjutan guna meningkatkan status gizi keluarga. Program ini menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang melibatkan 20 peserta. Metodologi pelaksanaan meliputi koordinasi, lokakarya gizi interaktif, pelatihan teknis langsung (penyemaian benih, persiapan media tanam polibag, pembuatan kompos organik), serta pemantauan intensif. Inisiasi ini menghasilkan transformasi keterampilan teknis yang signifikan. Peserta berhasil menguasai produksi pupuk organik dan mendiversifikasi tanaman dengan sayuran padat gizi. Program ini juga menumbuhkan keterlibatan masyarakat yang tinggi serta meletakkan dasar bagi kemandirian pangan tingkat rumah tangga. Optimalisasi lahan pekarangan berfungsi sebagai solusi strategis dalam mencapai kemandirian pangan keluarga. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada institusionalisasi kegiatan melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).Kata Kunci: Budidaya Berkelanjutan, Gizi Keluarga, Pencegahan Stunting, Optimalisasi Pekarangan, Punggur Kapuas.
Copyrights © 2026