Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk konflik, dampak konflik, dan upaya penyelesaian konflik pasca lengsernya Bupati Boalemo tahun 2020 di Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dipengaruhi oleh ketidakstabilan afiliasi politik, ketimpangan pembangunan wilayah, konflik internal birokrasi, pengaktifan kembali kasus hukum lama, persoalan legitimasi administrasi, perilaku personal pemimpin, serta lemahnya komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Konflik tersebut berkembang menjadi konflik politik, konflik legitimasi, konflik struktural, dan konflik otoritas sebagaimana dijelaskan dalam teori konflik Ralf Dahrendorf. Dampak konflik terlihat pada melemahnya hubungan sosial masyarakat, meningkatnya sikap apatis dan tertutup, terganggunya stabilitas pemerintahan, serta munculnya tekanan psikologis di masyarakat. Upaya penyelesaian konflik dilakukan melalui jalur hukum, pergantian kepemimpinan, stabilisasi birokrasi, pemulihan hubungan sosial masyarakat, dan perbaikan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa konflik politik lokal dapat memengaruhi stabilitas sosial dan pemerintahan daerah apabila tidak disertai mekanisme rekonsiliasi yang efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026