Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara mengalami fluktuasi signifikan antara tahun 2010 hingga 2025, dipengaruhi oleh dinamika suku bunga kredit, modal kerja, dan inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh masing-masing variabel tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta menguji pengaruh simultan ketiganya. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan data sekunder tahunan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Sebelum analisis, dilakukan uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas) untuk memastikan validitas model. Hasil analisis parsial menunjukkan bahwa suku bunga kredit (t = 2,469, p = 0,030), modal kerja (t = 2,406, p = 0,033), dan inflasi (t = 13,750, p < 0,001) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hubungan ini mencerminkan bahwa pengelolaan likuiditas perbankan dan stabilitas harga menjadi stimulus penting bagi aktivitas produksi daerah. Selanjutnya, uji simultan (F = 66,547, p < 0,001) mengindikasikan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama memiliki kontribusi besar, di mana mereka mampu menjelaskan 94,3% variasi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut (R² = 0,943). Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan moneter yang stabil, penyediaan modal kerja yang memadai bagi pelaku usaha, serta pengendalian inflasi yang efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sumatera Utara.
Copyrights © 2026