Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh volume usaha koperasi dan jumlah koperasi aktif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif tidak semata diukur dari besaran Produk Domestik Bruto, namun juga tergantung pada sejauh mana lembaga ekonomi rakyat, seperti koperasi, mampu menggerakkan kegiatan usaha masyarakat. Sebagai badan usaha yang berlandaskan prinsip kekeluargaan, koperasi memainkan peran strategis dalam memperluas akses ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan anggota, serta mendistribusikan kesejahteraan lebih merata. Penelitian memakai pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder runtun waktu tahunan periode 2017–2025 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Variabel terikat adalah pertumbuhan ekonomi yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan; variabel bebas terdiri dari volume usaha koperasi dan jumlah koperasi aktif. Analisis menggunakan regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Squares, dan model Common Effect dipilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier. Uji asumsi klasik menunjukkan tidak terdapat masalah multikolinearitas atau heteroskedastisitas, sehingga estimasi dianggap andal. Hasil menujukkan secara parsial kedua variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara simultan, volume usaha koperasi dan jumlah koperasi aktif bersama-sama berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan, dengan Adjusted R-squared sebesar 48%, sementara 52% variasi dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menguatkan posisi koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang mendukung pertumbuhan nasional secara nyata dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026