Penggunaan musik TikTok telah meluas dari fungsi estetik semata menjadi alat komunikasi simbolik, tetapi bagaimana lagu-lagu tertentu digunakan untuk ekspresi diri dengan manajemen citra yang sadar belum dipelajari secara mendalam. Studi ini mengeksplorasi praktik ekspresi diri pengguna TikTok dengan menggunakan lagu Nadin Amizah “Kekal” sebagai objek studi, dengan fokus pada bentuk-bentuk ekspresi yang muncul, hierarki elemen komunikasi yang digunakan, dan posisi musik dalam konstruksi pesan multimodal. Studi ini dirancang sebagai studi kasus kualitatif dengan wawancara mendalam dengan tiga kreator konten dan observasi terhadap sepuluh konten TikTok berdasarkan lagu tersebut yang dianalisis menggunakan enam tahapan analisis tematik oleh Braun dan Clarke. Lima tema utama yang muncul dari studi ini adalah: musik sebagai proksi emosional, spontanitas dalam proses kreatif, ekspresi pribadi sebagai resonansi universal, hierarki elemen komunikasi yang bervariasi di antara pengguna, dan musik sebagai jangkar emosional dalam pesan multimodal. Lima mode ekspresi diri yang berbeda dalam satu karya musik juga diamati, seperti ekspresi rasa syukur, ekspresi kerinduan, refleksi diri, apresiasi terhadap momen transisi, dan ajakan untuk partisipasi penonton. Hasil ini memperluas gagasan Goffman tentang perlengkapan ekspresif dan memperkuat tesis bahwa musik di platform digital berfungsi sebagai jangkar emosional untuk mengkomunikasikan pesan yang dapat ditafsirkan beragam kepada audiens yang berbeda, sebuah dimensi yang belum sepenuhnya diperhitungkan dalam literatur komunikasi digital yang ada.
Copyrights © 2026