Penelitian ini dilakukan pada UD. XYZ, perusahaan industri pengolahan kayu di Desa Lidahkulon, Kecamatan Lakarsantri, yang memproduksi kayu flooring dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 25 orang. Permasalahan utama perusahaan adalah fluktuasi produktivitas produksi selama periode Oktober 2025 hingga Maret 2026 yang ditandai dengan ketidakstabilan pencapaian target produksi, tingginya tingkat absensi tenaga kerja, serta penggunaan energi listrik yang belum efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas bagian produksi serta mengidentifikasi peningkatan produktivitas menggunakan metode Objective Matrix (OMAX) dengan pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penilaian produktivitas dilakukan melalui lima rasio, yaitu rasio hasil produksi terhadap jam kerja aktual, hasil produksi terhadap target produksi, produk tidak cacat terhadap total produksi, hasil produksi terhadap konsumsi energi listrik, serta jam kerja aktual terhadap jam absensi tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat produktivitas perusahaan selama periode pengamatan cenderung tidak stabil. Nilai indeks produktivitas tertinggi terjadi pada Oktober 2025 sebesar 2,267% dengan nilai current 980, sedangkan nilai terendah terjadi pada Januari 2026 sebesar -0,617% dengan nilai current 115 akibat penurunan hasil produksi dan meningkatnya absensi tenaga kerja. Rata-rata indeks produktivitas selama enam periode sebesar 0,586%. Faktor yang memengaruhi penurunan produktivitas meliputi manusia, material, mesin, lingkungan kerja, dan metode kerja. Upaya perbaikan yang disarankan meliputi peningkatan disiplin kerja, perawatan mesin rutin, pengoptimalan penggunaan energi listrik, serta perbaikan metode dan lingkungan kerja.
Copyrights © 2026