Perkembangan teknologi informasi mendorong perpustakaan untuk melakukan transformasi layanan melalui pendekatan berbasis inklusi sosial. Pendekatan ini menjadikan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat yang mendukung literasi, pendidikan, pengembangan keterampilan, serta peningkatan kualitas hidup. Di Kabupaten Sukoharjo, kebutuhan akan fasilitas perpustakaan dan gedung arsip yang representatif semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung setiap tahun, sementara fasilitas yang tersedia saat ini masih terbatas. Selain itu, arsip memiliki peran penting sebagai sumber informasi, memori kolektif, alat pengawasan, serta bukti pertanggungjawaban kelembagaan. Perancangan bangunan menggunakan pendekatan Arsitektur High Tech yang menonjolkan ekspos struktur, penggunaan material modern, serta sistem utilitas bangunan sebagai bagian dari estetika arsitektur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan observasi lapangan. Hasil perancangan diharapkan mampu menciptakan fasilitas perpustakaan dan arsip yang modern, aksesibel, edukatif, serta mampu mewadahi aktivitas masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026