Terminal wisata berperan penting sebagai sarana pendukung sistem transportasi dan ruang transit bagi wisatawan, khususnya di kawasan wisata yang memiliki keterbatasan aksesibilitas. Kawasan Kemuning sebagai destinasi wisata unggulan menghadapi berbagai tantangan, seperti kondisi jalan yang sempit dan terjal bagi bus berukuran besar, minimnya lahan parkir, serta keterbatasan fasilitas terminal yang ada. Terminal Wisata Kemuning saat ini hanya memiliki luas lahan ±200 m² dengan area parkir ±120 m², sehingga belum mampu beroperasi secara optimal dalam mendukung kebutuhan wisatawan. Perancangan terminal wisata yang terintegrasi dengan ruang publik diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan kualitas pengalaman wisata, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal melalui peluang usaha dan lapangan kerja. Penelitian ini merumuskan desain terminal wisata yang menggabungkan fungsi ruang transit dan ruang publik dengan pendekatan desain berkelanjutan, meliputi penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan limbah, dan pelestarian ekosistem alam. Hasil perancangan diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kemuning serta memperkaya kajian arsitektur dalam desain infrastruktur pariwisata berbasis lingkungan dan kebutuhan pengguna.
Copyrights © 2026