Edutech: Jurnal Teknologi Pendidikan
Vol 25, No 2 (2026): (Inpress | Online First)

COPING, REGULASI EMOSI, DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA PERANTAU DALAM KONTEKS BANJIR HIDROMETEOROLOGI




Article Info

Publish Date
21 May 2026

Abstract

Migrant students affected by hydrometeorological floods face psychological distress due to limited social support, academic disruptions, and environmental adaptation demands. This condition requires coping skills, emotion regulation, and good resilience. This study aims to analyze the relationship between coping, emotion regulation, and resilience in 200 migrant students at IAIN Langsa using a quantitative approach with correlational design and purposive sampling techniques. The instruments used include Ways of Coping Questionnaire, Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), and CD-RISC. Data analysis was carried out using Pearson Product Moment correlation and regression analysis with a significance level of 0.05. The results showed that there was no significant relationship between coping and emotion regulation (r = 0.024, p = 0.732). However, coping (r = 0.618, p 0.01) and emotion regulation (r = 0.617, p 0.01) each had a positive relationship with resilience. Simultaneously, coping and emotion regulation were significantly associated with resilience (F = 286.914, p 0.001) with a contribution of 74.4% (R² = 0.744). These findings suggest that coping and emotion regulation contribute to resilience through distinct but complementary mechanisms. Mahasiswa perantau yang terdampak banjir hidrometeorologi menghadapi tekanan psikologis akibat keterbatasan dukungan sosial, gangguan akademik, dan tuntutan adaptasi lingkungan. Kondisi ini menuntut kemampuan coping, regulasi emosi, dan resiliensi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara coping, regulasi emosi, dan resiliensi pada 200 mahasiswa perantau di IAIN Langsa menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Ways of Coping Questionnaire, Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), dan CD-RISC. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan analisis regresi dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara coping dan regulasi emosi (r = 0,024, p = 0,732). Namun, coping (r = 0,618, p 0,01) dan regulasi emosi (r = 0,617, p 0,01) masing-masing memiliki hubungan positif dengan resiliensi. Secara simultan, coping dan regulasi emosi berhubungan signifikan dengan resiliensi (F = 286,914, p 0,001) dengan kontribusi sebesar 74,4% (R² = 0,744). Temuan ini menunjukkan bahwa coping dan regulasi emosi berkontribusi terhadap resiliensi melalui mekanisme yang berbeda namun saling melengkapi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

edutech

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di ...