The latest policy from the Ministry of Primary and Secondary Education (Kemendikdasmen) promotes school digital transformation and the implementation of deep learning approaches, necessitating the use of devices such as Interactive Flat Panels (IFPs) in classrooms. Although IFPs are considered capable of enhancing interactivity, collaboration, and student engagement, their practical utilization in schools remains varied and not fully understood from the perspectives of teachers and students. This article aims to describe how teachers and students perceive and experience the benefits of utilizing Interactive Flat Panels (IFPs) in implementing deep learning approaches in the classroom. The method employed combines qualitative interviews with teachers and students and quantitative surveys to gather a comprehensive understanding of the subject. This methodology involves teachers and students from elementary schools. Survey analysis reveals that 81.0% of teachers already utilize Interactive Flat Panels (IFPs) in implementing deep learning approaches in the classroom, while 94.0% of students perceive benefits from such learning. In conclusion, Interactive Flat Panels (IFPs) hold strong potential to support deep learning when backed by student-centered lesson designs, adequate teacher technological literacy, and consistent school-level policy and infrastructure support. Overall, this article contributes by providing an empirical and detailed overview of how teachers and students interpret IFP usage in the context of education digitalization policies, while offering practical implications for leveraging IFPs in deep learning at schools. Kebijakan terbaru Kemendikdasmen yang mendorong transformasi digital sekolah dan implementasi pembelajaran mendalam menuntut pemanfaatan perangkat seperti Interactive Flat Panel (IFP) di kelas. Meskipun IFP dianggap mampu meningkatkan interaktivitas, kolaborasi, dan keterlibatan siswa, praktik pemanfaatannya di sekolah masih beragam dan belum sepenuhnya dipahami dari sudut pandang guru maupun siswa. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana guru dan siswa memaknai dan merasakan manfaat, dalam pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) pada penerapan pendekatan pembelajaran mendalam di kelas. Metode yang digunakan adalah menggabungkan wawancara kualitatif dengan guru dan siswa serta survei kuantitatif untuk mengumpulkan pemahaman yang komprehensif tentang subjek tersebut. Metodologi ini mencakup guru dan siswa di Sekolah Dasar. Berdasarkan analisis hasil survei didapatkan bahwa sebanyak 81.0% guru sudah memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) pada penerapan pendekatan pembelajaran mendalam di kelas dan 94.0% siswa merasakan manfaat dari pembelajaran tersebut. Sebagai simpulan, Interactive Flat Panel (IFP) berpotensi kuat mendukung pembelajaran mendalam ketika didukung oleh desain pembelajaran yang berpusat pada siswa, literasi teknologi guru yang memadai, dukungan kebijakan dan infrastruktur yang konsisten di tingkat sekolah. Secara keseluruhan, artikel ini berkontribusi dengan memberikan gambaran empiris dan terperinci tentang bagaimana guru dan siswa memaknai penggunaan IFP dalam konteks kebijakan digitalisasi pendidikan, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pemanfaatan IFP untuk pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah.
Copyrights © 2026