Body image negatif pada remaja menjadi masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat karena dapat memengaruhi kesehatan psikologis, perilaku makan, dan fungsi sosial remaja. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami ketidakpuasan tubuh akibat perubahan fisik yang cepat serta tekanan sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan body image pada remaja di SMAN 5 Kota Jambi Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan XI SMAN 5 Kota Jambi. Sampel berjumlah 117 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat dan multivariat dilakukan menggunakan regresi Cox termodifikasi dengan waktu konstan untuk memperoleh adjusted prevalence ratio (aPR) dan 95% confidence interval (95%CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49,6% responden memiliki body image negatif. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,002), status gizi obesitas dan overweight (p=0,0001), body shaming (p=0,0003), penggunaan media sosial yang tinggi (p=0,038), dan aktivitas fisik sedang (p=0,011). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa remaja perempuan berisiko 1,87 kali mengalami body image negatif dibandingkan laki-laki (aPR=1,87; 95%CI=1,21–2,91). Obesitas (aPR=1,81; 95%CI=1,32–2,45), body shaming berat (aPR=1,61; 95%CI=1,06–2,44), dan penggunaan media sosial tinggi (aPR=1,52; 95%CI=1,12–2,05) juga berhubungan signifikan dengan body image negatif. Jenis kelamin merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan body image. Sekolah disarankan memperkuat program promosi kesehatan mental remaja terkait persepsi tubuh positif dan literasi media sosial.
Copyrights © 2026