Abstrak: Penelitian  ini  berusaha mengevaluasi  kurikulum pembelajaran  mandiri  Sekolah  Dasar  di Indonesia dengan menerapkan model konteks, masukan, proses, produk (CIPP). Untuk tujuan ini, penelitian menggunakan desain metode campuran, di mana guru ( N = 400) telah dipilih dan disurvei secara acak, dan pengawas sekolah ( N = 3) telah diwawancarai. Selanjutnya dilakukan analisis isi untuk menganalisis isi kurikulum berdasarkan konstruksi model CIPP. Temuan mengungkapkan bahwa tujuan kurikulum cukup berkorelasi dengan konteks. Masukan, proses, dan produk juga cukup berkontribusi pada kebutuhan pendidikan dan masyarakat Indonesia. Namun kurikulum tersebut gagal memenuhi kebutuhan siswa Sekolah Dasar dan masyarakat dalam menyediakan berbagai sumber pengetahuan, kompetensi mengajar, dan kesempatan pelatihan. Studi tersebut merekomendasikan perlunya mengembangkan kurikulum Sekolah Dasar berdasarkan kebutuhan pendidikan anak dan kebutuhan pengembangan masyarakat. Hal ini menyarankan agar penelitian di masa depan dilakukan dalam berbagai aspek pendidikan anak untuk prasekolah,evaluasi berkelanjutan dan komprehensif, Kata Kunci: Evaluasi, Kurikulum, Pembelajaran Mandiri, Stufflebeam, Model CIPP
Copyrights © 2021