Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak ganda dalam kehidupan remaja, termasuk munculnya fenomena cyberbullying dan isolasi sosial yang berpotensi mengganggu kesehatan mental dan perkembangan psikososial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru bimbingan dan konseling (BK) dalam perspektif psikologis untuk mencegah dan menangani kedua masalah tersebut di lingkungan sekolah. Hasil penelitian, Pertama, cyberbullying yang dialami Aliny berdampak langsung terhadap kondisi psikologis dan sosialnya, antara lain rendah diri, kecemasan, ketakutan berinteraksi, dan penurunan motivasi belajar. Bentuk perundungan digital yang dilakukan melalui WhatsApp dan interaksi verbal menunjukkan rendahnya literasi digital siswa. Kedua, Guru BK berperan penting dalam asesmen dan penanganan kasus cyberbullying, melalui konseling individu, mediasi dengan pelaku, pembinaan kelas, hingga kolaborasi dengan orang tua. Ketiga, Strategi Guru BK dalam mengatasi isolasi sosial terbukti efektif, seperti bimbingan kelompok, penguatan motivasi belajar, pendekatan teman sebaya, dan monitoring berkala. Strategi ini membantu memperbaiki kondisi emosional, kemampuan sosial, serta kinerja akademik Aliny
Copyrights © 2025