Stres akademik merupakan fenomena yang umum dialami mahasiswa perguruan tinggi akibat tuntutan akademik yang tinggi, seperti beban tugas, tekanan ujian, dan ekspektasi pencapaian akademik. Stres yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan mental, terutama kecemasan dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres akademik terhadap tingkat kecemasan dan depresi pada mahasiswa perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat stres akademik, kecemasan, dan depresi pada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara stres akademik dengan tingkat kecemasan dan depresi mahasiswa. Semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami, semakin tinggi pula kecenderungan mahasiswa mengalami kecemasan dan depresi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan stres akademik serta dukungan psikologis di lingkungan perguruan tinggi guna menjaga kesehatan mental mahasiswa dan menunjang keberhasilan akademik mereka.
Copyrights © 2025