Penelitian ini mengkaji kontribusi historis Robert Raikes sebagai pelopor Sekolah Minggu dan relevansinya bagi pendidikan agama Kristen anak pada era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis penelitian sejarah dan studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri latar belakang sosial abad ke-18 yang melahirkan gagasan Raikes, perkembangan Sekolah Minggu dari gerakan lokal menjadi institusi global, serta transformasinya dalam pelayanan gereja masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dasar Sekolah Minggu aksesibilitas pendidikan bagi anak-anak, integrasi literasi dengan iman, serta pembentukan moral sejak dini masih relevan untuk menghadapi dinamika generasi Alfa dan tantangan digital. Sekolah Minggu perlu beradaptasi melalui kreativitas guru, kurikulum kontekstual, dan pemanfaatan teknologi digital agar tetap menjadi sarana strategis pewarisan iman. Dengan demikian, kesinambungan antara warisan historis dan inovasi kontemporer menjadi kunci keberlangsungan pelayanan Sekolah Minggu di abad ke-21.
Copyrights © 2025