Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesantunan berbahasa dalam komentar online sebagai cerminan perubahan sosial dan tantangan komunikasi di era digital dan implikasinya dalam pengajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan desain analisis wacana pragmatik. Sumber data berupa komentar online dari platform media sosial, yakni Instagram, Twitter, dan Facebook. Data dalam penelitian ini adalah komentar-komentar yang berisi ujaran santun dan tidak santun yang ditemukan dalam unggahan (postingan) tertentu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi partisipan pasif, observasi, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pragmatik, yang dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut: Identifikasi data, pilih dan kelompokkan komentar-komentar yang relevan dengan kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menujukkan bahwa kesantunan berbahasa rendah, ditandai dominasi ujaran bald on record tanpa mitigasi, yang mengancam muka positif melalui penghinaan dan ejekan, serta muka negatif melalui pembatasan kebebasan berpendapat. Emoji juga digunakan untuk memperkuat makna sarkastik. Implikasinya, pembelajaran Bahasa Indonesia perlu mengintegrasikan kesantunan berbahasa berbasis konteks digital melalui analisis contoh autentik, guna meningkatkan literasi digital, etika komunikasi, dan kompetensi pragmatik siswa.
Copyrights © 2026