Kemampuan merekognisi emosi dalam komunikasi diyakini menjadi salah satu hal esensial yang berpotensi menghasilkan pola komunikasi yang lebih konstruktif dan empatik. Dalam hal ini prosodi, yakni melodi dan irama ujaran, menjadi salah satu elemen bahasa yang memungkinkan individu memahami emosi kalimat di luar urutan sintaksisnya. Penelitian ini menguji persepsi pitch musikal bersamaan dengan kondisi atensi sebagai prediktor atas kemampuan merekognisi emosi pada prosodi. Studi dilakukan pada 33 mahasiswa dengan menggunakan alat ukur berupa MBEA (Montreal Battery Evaluation of Amusia), Emotion Prosody Task, dan pengukuran atensi menggunakan piranti berbasis EEG, NeuroSky. Melalui analisis regresi berganda ditemukan bahwa kedua variabel prediktor tidak berhubungan secara signifikan dengan variabel outcome dan model regresi yang dihasilkan hanya mampu menjelaskan 2% variabilitas variabel outcome. The Relationship of Musical Pitch Perception and Attention State to Emotional Prosody Recognition ABSTRACT The ability to recognize emotions in communication is considered an essential factor that may contribute to more constructive and empathetic communication patterns. In this context, prosody, namely the melody and rhythm of speech, serves as a linguistic element that enables individuals to understand the emotional meaning of utterances beyond their syntactic structure. This study examined musical pitch perception together with attentional state as predictors of emotional prosody recognition ability. The study was conducted on 33 university students using the Montreal Battery Evaluation of Amusia (MBEA), an Emotional Prosody Task, and EEG-based attention measurement with a NeuroSky device. Multiple regression analysis revealed that neither predictor variable was significantly associated with the outcome variable, and the resulting model accounted for only 2% of the outcome's variability.
Copyrights © 2026