Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan
Vol 3, No 2 (2016): October

EKSISTENSI NASIKH MANSUKH DALAM ISTINBAT Al-AHKAM

Wahyu Abdul Jabar (IAIN Bengkulu)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2018

Abstract

Tulisan ini mengambarkan eksistensi nasikh dan mansukh dalam penetapan hukum islam. Dari kajian ini ditemukan adanya perbedaan pandangan terkait persoalan nasikh dan mansukh dalam istinbath ahkam yang dimotori oleh mufassir ortodoks dan mufasir kontemporer. Mufassir ortodoks berpendapat bahwa nasikh dan mansukh dalam ayat al-Qur’an benar-benar terjadi secara haqiqi, sehinga hukum yang sudah dibatalkan (dinasakh) tidak bisa diberlakukan kembali. Sementara mufassir kontemporer menolak pandangan tersebut dengan dasar bahwa semua ayat al-Qur’an tetap berlaku (operatif), dan tidak ada satu ayat al-Qur’an pun yang dibatalkan (dinaskh). Eksistensi nasikh dan mansukh hanya terjadi secara majaziyah semata tidak secara haqiqiyah. Golongan ini berpendapat bahwa Naskh yang diartikan pembatalan atau penghapusan, bisa dimaknai dengan “penangguhan”, hal ini dikarenakan terjadinya perubahan situasi dan kondisi. Apabila situasinya kembali kekeadaan semula, maka hukum yang ditangguhkan pun kembali seperti semula lagi.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

mizani

Publisher

Subject

Description

Focus and Scope FOCUS This journal aims to disseminate scholarly works related to research and discussions in the field of Contextualized Islamic Law, contributing to an enhanced understanding of Islamic law. Through the publication of articles and research reports, it seeks to advance knowledge and ...