Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap logika strategis yang mendasari ketahanan dan ekspansi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner tradisional yang beroperasi dari kios (street stalls) di tengah penetrasi pasar ritel modern dan platform digital di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa pelaku UMKM kuliner kios di beberapa lokasi. Pertama, pelaku UMKM menerapkan fleksibilitas ekstrem dalam penggunaan ruang dan waktu, memanfaatkan celah regulasi, ritme kota, dan mobilitas untuk meminimalkan biaya tetap dan memaksimalkan akses ke pelanggan, suatu bentuk tactical urbanism (de Certeau, 1984) yang merespons rigiditas pasar modern. Kedua, mereka membangun dan mengandalkan ekonomi moral (Scott, 1976) dan jaringan kepercayaan (trust-based networks) dengan pemasok, pelanggan tetap, dan sesama pedagang kios, yang berfungsi sebagai sistem keamanan sosial dan saluran pemasaran informal yang andal. Ketiga, strategi ekspansi dilakukan secara organik melalui replikasi model bisnis sederhana dan penggunaan teknologi digital terbatas (light-touch digitalization), yang meminimalkan kebutuhan modal kognitif kompleks dan mempertahankan kontrol operasional penuh. Implikasi penelitian menyarankan perlunya kebijakan ekonomi yang mengakui dan mendukung logika indigenous ini, alih-alih memaksakan formalisasi berlebihan, serta menawarkan perspektif baru dalam wacana kewirausahaan inklusif dan ekonomi informal perkotaan.
Copyrights © 2025