Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Logika di Balik Kios: Strategi Bertahan dan Ekspansi Pelaku UMKM Kuliner di Tengah Persaingan Pasar Modern Ari
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 4 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v4i1.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap logika strategis yang mendasari ketahanan dan ekspansi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner tradisional yang beroperasi dari kios (street stalls) di tengah penetrasi pasar ritel modern dan platform digital di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa pelaku UMKM kuliner kios di beberapa lokasi. Pertama, pelaku UMKM menerapkan fleksibilitas ekstrem dalam penggunaan ruang dan waktu, memanfaatkan celah regulasi, ritme kota, dan mobilitas untuk meminimalkan biaya tetap dan memaksimalkan akses ke pelanggan, suatu bentuk tactical urbanism (de Certeau, 1984) yang merespons rigiditas pasar modern. Kedua, mereka membangun dan mengandalkan ekonomi moral (Scott, 1976) dan jaringan kepercayaan (trust-based networks) dengan pemasok, pelanggan tetap, dan sesama pedagang kios, yang berfungsi sebagai sistem keamanan sosial dan saluran pemasaran informal yang andal. Ketiga, strategi ekspansi dilakukan secara organik melalui replikasi model bisnis sederhana dan penggunaan teknologi digital terbatas (light-touch digitalization), yang meminimalkan kebutuhan modal kognitif kompleks dan mempertahankan kontrol operasional penuh. Implikasi penelitian menyarankan perlunya kebijakan ekonomi yang mengakui dan mendukung logika indigenous ini, alih-alih memaksakan formalisasi berlebihan, serta menawarkan perspektif baru dalam wacana kewirausahaan inklusif dan ekonomi informal perkotaan.
Peningkatan Akses Transportasi: Strategi untuk Memperbaiki Pendapatan Komunitas Pedesaan di Indonesia Ari; Moh Wahib
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 4 No. 2 (2026): JANUARY 2026
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v4i2.249

Abstract

Peningkatan akses transportasi merupakan determinan kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Keterbatasan infrastruktur transportasi di wilayah rural terbukti meningkatkan biaya logistik, mempersempit akses pasar, serta menghambat mobilitas tenaga kerja dan distribusi hasil pertanian. Studi ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan akses transportasi sebagai instrumen kebijakan untuk memperbaiki pendapatan komunitas pedesaan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis kebijakan dan telaah literatur internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa investasi infrastruktur jalan, integrasi moda transportasi lokal, serta penguatan tata kelola dan partisipasi masyarakat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan akses pasar. Temuan ini sejalan dengan laporan World Bank (2019) yang menegaskan bahwa konektivitas jalan pedesaan berhubungan langsung dengan pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Selain itu, penelitian oleh Asian Development Bank (2021) menunjukkan bahwa peningkatan infrastruktur transportasi pedesaan berdampak pada penurunan biaya distribusi hingga 30% dan peningkatan pendapatan petani secara signifikan. Secara teoretis, hasil ini juga didukung oleh pendekatan pembangunan ekonomi wilayah yang menekankan pentingnya konektivitas sebagai katalis pertumbuhan inklusif (Donaldson, 2018). Dengan demikian, strategi peningkatan akses transportasi berbasis kolaborasi multipihak dan keberlanjutan fiskal menjadi rekomendasi utama dalam memperkuat daya saing ekonomi pedesaan di Indonesia.
Eksplorasi Brand Community, User Generated Content, dan Emotional Attachment terhadap Loyalitas Konsumen Produk Otomotif: Pendekatan Kualitatif Ari
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 4 No. 3 (2026): MARCH 2026
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v4i3.253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran brand community, user generated content (UGC), dan emotional attachment terhadap loyalitas konsumen produk otomotif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai perilaku dan pengalaman konsumen dalam membangun loyalitas terhadap merek otomotif. Informan dalam penelitian ini merupakan konsumen produk otomotif yang aktif dalam komunitas kendaraan dan media sosial otomotif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand community mampu menciptakan rasa kebersamaan, solidaritas, dan identitas sosial antar pengguna kendaraan sehingga meningkatkan loyalitas konsumen terhadap merek otomotif tertentu. User generated content terbukti menjadi sumber informasi yang lebih dipercaya oleh konsumen karena dianggap autentik dan berdasarkan pengalaman nyata pengguna. Selain itu, emotional attachment menjadi faktor yang paling dominan dalam membentuk loyalitas konsumen karena adanya hubungan emosional antara konsumen dan merek kendaraan yang digunakan. Konsumen yang memiliki keterikatan emosional cenderung melakukan pembelian ulang, mempertahankan penggunaan merek, dan merekomendasikan produk kepada orang lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa loyalitas konsumen produk otomotif tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas produk, tetapi juga oleh hubungan sosial, interaksi digital, dan keterikatan emosional konsumen terhadap merek.
Peningkatan Kapasitas UMKM Digital di Kota Surabaya melalui Pelatihan AI & Big Data: Dampak, Hambatan, dan Rekomendasi Fitri; Ari; Burhan
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): OKTOBER
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v2i4.59

Abstract

Perkembangan ekonomi digital menuntut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan teknologi mutakhir, guna meningkatkan daya saing, namun, faktanya masih rendah, karena kesenjangan keterampilan dan sumber daya (OECD, 2021). Tulisan ini bertujuan menganalisis dampak, hambatan, dan merumuskan rekomendasi dari program pelatihan AI dan Big Data yang diimplementasikan untuk UMKM digital di Surabaya. Digunakan pendekatan mixed-methods. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei pra-dan pasca-pelatihan terhadap 50 UMKM peserta, dan data kualitatif diperoleh dari wawancara dan diskusi kelompok (FGD) dengan 15 peserta pelatihan. Fakta menunjukkan pelatihan ini secara signifikan meningkatkan literasi digital dan kapasitas analitis UMKM dari laporan adanya peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan data untuk analisis pelanggan, personalisasi pemasaran, dan optimasi operasional (Brynjolfsson & McAfee, 2014). Namun, implementasi pasca-pelatihan mengalami hambatan keterbatasan infrastruktur teknologi dan anggaran, kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni; serta resistensi terhadap perubahan dalam budaya organisasi. Program pelatihan AI dan Big Data terbukti efektif sebagai awal pembangunan fondasi digitalisasi UMKM. Rekomendasi yang diusulkan meliputi pembentukan pusat konsultasi teknologi berbiaya rendah bagi UMKM, pengembangan modul pelatihan dan pendampingan, insentif dari Pemerintah Kota bagi UMKM yang berinvestasi dalam teknologi digital.
Penguatan Kesadaran Lingkungan, Manajemen Sampah, Partisipasi Komunitas, dan Teknologi Hijau dalam Program Desa Bersih dan Berkelanjutan Di Desa Putatjaya Jawa Tengah Diah Ayu; Fitri; Ari
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): JULI
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v2i3.61

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan mewujudkan desa bersih serta berkelanjutan di Desa Putatjaya, Jawa Tengah melalui penguatan kesadaran lingkungan, manajemen sampah, partisipasi komunitas, dan pemanfaatan teknologi hijau. Kegiatan dilaksanakan melalui serangkaian penyuluhan, pelatihan, demonstrasi pengelolaan sampah (pilah, olah, dan daur ulang), serta penerapan teknologi sederhana ramah lingkungan seperti komposter, biopori, dan pemanfaatan kembali sampah organik menjadi kompos. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi partisipatif, diskusi kelompok, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan bersama perangkat desa, kader lingkungan, dan warga setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan sikap positif warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terbentuknya kebiasaan pemilahan sampah rumah tangga, serta meningkatnya partisipasi komunitas dalam kegiatan kerja bakti dan pengelolaan bank sampah. Selain itu, penerapan teknologi hijau di tingkat rumah tangga dan komunitas berkontribusi pada pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPS serta peningkatan nilai ekonomi dari hasil daur ulang. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa bersih dan berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Penguatan Strategi Pemasaran Desa Wisata Berbasis Digital Melalui Optimalisasi Branding, Konten Media Sosial, Customer Engagement, dan Analisis Pasar desa Catak Gayam Jombang Jawa timur Hendra; Moh; Ari
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): JULI
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v2i3.63

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat strategi pemasaran Desa Wisata Catak Gayam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melalui optimalisasi branding, konten media sosial, customer engagement, dan analisis pasar berbasis digital. Permasalahan utama mitra meliputi belum kuatnya identitas merek desa wisata, konten promosi yang belum konsisten dan kurang menarik, rendahnya interaksi dengan calon wisatawan di media sosial, serta belum adanya pemetaan pasar yang terstruktur. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui tahapan: (1) asesmen kebutuhan dan pemetaan potensi desa wisata, (2) pelatihan dan workshop penyusunan branding destinasi dan kalender konten media sosial, (3) praktik pembuatan konten digital (foto, video pendek, dan copywriting), (4) pendampingan pengelolaan interaksi dengan pengikut (customer engagement) di media sosial, serta (5) pelatihan analisis sederhana data insight dan tren pasar wisata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan pelaku pengelola desa wisata dalam merancang identitas visual dan narasi branding, menyusun dan memproduksi konten media sosial secara terencana, serta merespons interaksi calon wisatawan dengan lebih proaktif. Selain itu, mitra mulai mampu memanfaatkan data insight media sosial dan umpan balik pengunjung sebagai dasar pengambilan keputusan strategi pemasaran. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas manajerial pemasaran digital Desa Wisata Catak Gayam secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Keputih, Kabupaten Jombang melalui Peningkatan Kapasitas Sosial, Ekonomi, dan Literasi Digital Hendra; Moh; Burhan; Ari; Muslikun
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v3i1.69

Abstract

Pemberdayaan masyarakat desa merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Desa Keputih, Kabupaten Jombang, memiliki potensi sosial dan ekonomi yang cukup besar, namun masih menghadapi keterbatasan dalam kapasitas sosial, pengelolaan ekonomi lokal, dan literasi digital masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Keputih melalui peningkatan kapasitas sosial, ekonomi, dan literasi digital secara terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan kerja sama masyarakat, peningkatan pemahaman pelaku UMKM dalam pengelolaan usaha dan pengembangan potensi lokal, serta peningkatan literasi digital masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi. Integrasi ketiga aspek tersebut terbukti efektif dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang adaptif terhadap perkembangan sosial dan teknologi serta berkelanjutan.
Strategi Branding Produk Lokal Melalui Desain Kemasan dan Pemasaran Digital Keripik Pisang Naila Desa Sukmajaya Sri; Ari; Moh
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v3i2.71

Abstract

Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, namun sering menghadapi kendala dalam hal branding, desain kemasan, dan pemasaran. Keripik Pisang Naila di Desa Sukmajaya merupakan salah satu produk olahan pisang lokal yang memiliki kualitas baik, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam desain kemasan dan pemasaran yang masih bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding produk lokal melalui pengembangan desain kemasan dan pemanfaatan pemasaran digital guna meningkatkan daya saing produk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desain kemasan dengan penambahan label merek, logo, dan informasi produk mampu meningkatkan daya tarik serta identitas produk. Selain itu, penerapan pemasaran digital melalui media sosial memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan promosi produk secara lebih efektif. Dengan demikian, strategi branding melalui desain kemasan dan pemasaran digital dapat meningkatkan nilai jual produk serta mendukung perkembangan UMKM di Desa Sukmajaya.
Dari Limbah Menjadi Nilai Ekonomi: Eksplorasi Praktik Ekonomi Sirkular dan Strategi Penciptaan Pendapatan pada UMKM Lokal di Surabaya Ari
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 4 No. 5 (2026): JULY 2026
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v4i5.276

Abstract

This study explores how local micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Surabaya transform waste streams into economic value and identify revenue-creation strategies that emerge from circular-economy practices. An exploratory qualitative desk-research design was used by synthesizing peer-reviewed studies, municipal documents, and documented local initiatives published mainly between 2018 and 2026. Evidence was coded across six dimensions: waste input, circular practice, product or service output, value proposition, revenue mechanism, and ecosystem support. The findings show four recurring circular practices: material recovery and aggregation, upcycling into consumer products, community-based waste-bank intermediation, and bioconversion of organic residues. Economic value is captured through direct product sales, margins from sorted-material aggregation, service and training income, and avoided material or disposal costs. Surabaya's waste-management ecosystem, including waste banks, community groups, local government, universities, and CSR partners, strengthens access to materials and markets. However, inconsistent product quality, limited processing capacity, weak demand for recycled goods, and fragmented financial records constrain scaling. The study proposes a value-capture pathway linking reliable waste supply, transformation capability, market differentiation, and diversified revenue streams