Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi kelembagaan BPBD Lombok Tengah dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, dengan fokus pada kapasitas adaptif, koordinasi lintas sektor, dan inovasi pelayanan publik kebencanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, dan studi dokumen terhadap dokumen risiko bencana, laporan kejadian, kebijakan daerah, serta publikasi lokal yang relevan. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi data, kategorisasi tema, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Lombok Tengah telah memiliki dasar kelembagaan dalam penanggulangan bencana, seperti struktur organisasi, pengalaman respons, dokumen risiko, jaringan relawan, dan koordinasi dengan pemerintah desa. Akan tetapi, resiliensi kelembagaan masih perlu diperkuat dalam pemanfaatan data risiko, pembelajaran organisasi, koordinasi pra-bencana, dan inovasi layanan berbasis kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa BPBD perlu dipahami bukan hanya sebagai aktor teknis tanggap darurat, tetapi sebagai organisasi publik yang harus adaptif, koordinatif, dan inovatif dalam menghadapi risiko hidrometeorologi. Kontribusi utama penelitian ini adalah perumusan kerangka resiliensi kelembagaan BPBD melalui tiga dimensi, yaitu kapasitas adaptif, koordinasi lintas sektor, dan inovasi pelayanan publik. Kerangka ini dapat menjadi dasar penguatan BPBD agar mampu bekerja lebih responsif, antisipatif, inklusif, dan berkelanjutan dalam pengurangan risiko bencana daerah.
Copyrights © 2026