Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi aplikasi pelita kalbar dalam pelayanan kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat Lalu Ahmad Murdhani; Restu Ragyl Hariyanto; Hendi Margio; Hisyam Aslamsyah
Histeria Jurnal: Ilmiah Soshum dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2022): Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.84 KB) | DOI: 10.55904/histeria.v1i2.267

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kendala atau hambatan yang terjadi dalam implementasi aplikasi PELITA KALBAR dalam pelayanan kepada masyarakat Provinsi Kalimantan Barat. Metode penelitian yang dilakukan melalui metode deskriptif  dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian hanya satu orang yaitu Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Jalan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi aplikasi PELITA KALBAR dalam pelayanan kepada masyarakat Provinsi Kalimantan Barat pada pelaksanaanya sudah cukup optimal. Tetapi terdapat beberapa kendala atau hambatan dalam pelaksanaan yaitu seperti terbatasnya sumber daya manusia untuk mengoperasikan aplikasi PELITA KALBAR, kurangnya hubungan mitra antar dinas yang terkait, serta masih ada masyarakat yang belum sadar akan adanya aplikasi PELITA KALBAR. Hal ini dapat menganggu dan memperlambat kinerja pemerintah untuk memecahkan masalah yang terjadi.
Diversifikasi Pengolahan Talas Beneng (Birak) untuk Mendukung Kebijakan Ketahanan Pangan di Kabupaten Lombok Tengah Lalu Ahmad Murdhani; Mujahidin Mujahidin; Erfan Wahyudi; Marzuki Marzuki
Society Vol 13 No 1 (2025): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v13i1.769

Abstract

Food security remains a persistent challenge in Central Lombok Regency due to climate vulnerability, land-use change, and overreliance on rice as the dominant staple crop. This study investigates the overlooked potential of Beneng taro (Xanthosoma undipes), locally known as birak, as a climate-resilient and nutritionally valuable alternative. Using a qualitative approach, the research draws on field observations, interviews with farmers and local officials, and a review of empirical and policy literature to examine the crop’s role in local food systems. Findings reveal that Beneng taro is ecologically suited to marginal lands, yet its cultivation and utilization remain marginalized in formal development agendas. The plant’s nutritional benefits, particularly its high fiber content and low glycemic index, are undermined by fragmented knowledge on detoxification techniques, mostly transmitted orally and lacking standardization. Product diversification efforts are emerging but remain isolated, constrained by limited access to technical training, micro-enterprise licenses, and market linkages. Symbolic perceptions of Beneng taro as a wild or inferior crop further inhibit its economic potential and inclusion in mainstream food discourse. The absence of institutional support, including in the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) and agricultural extension services, exacerbates these challenges. Nonetheless, the plant offers significant prospects for value-added innovations such as gluten-free flour, herbal tobacco alternatives, and biodegradable textile inputs. The study concludes that unlocking the potential of Beneng taro requires coordinated interventions in policy integration, food safety education, capacity building, and branding strategies to reposition the crop as a viable contributor to sustainable food systems and rural livelihoods in Central Lombok.