Malaria merupakan ancaman serius bagi ibu hamil, terutama di daerah endemis, karena dapat menyebabkan komplikasi maternal dan perinatal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan perilaku pencegahan malaria pada ibu hamil berdasarkan pendekatan Health Belief Model (HBM) di wilayah kerja Puskesmas Sumberker. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 45 responden ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara bivariat menggunakan uji regresi logistik sederhana. Hasil menunjukkan bahwa hanya Self-Efficacy (Efikasi Diri) yang memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan perilaku pencegahan malaria (COR = 13,33; p = 0,037). Artinya, ibu hamil dengan efikasi diri tinggi memiliki peluang 13 kali lebih besar untuk patuh dalam mencegah malaria dibandingkan yang efikasi dirinya rendah. Sementara itu, dimensi HBM lainnya yaitu Perceived Susceptibility, Perceived Severity, Perceived Benefits, dan Cues to Action tidak menunjukkan hubungan statistik yang signifikan (p > 0,05), kemungkinan karena keterbatasan sampel, homogenitas respons, serta kesenjangan antara persepsi dan tindakan nyata. Temuan ini menegaskan bahwa efikasi diri merupakan kunci utama dalam mendorong kepatuhan perilaku pencegahan malaria pada ibu hamil. Oleh karena itu, intervensi kesehatan sebaiknya tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penguatan rasa percaya diri, keterampilan praktis, dan dukungan sosial agar perilaku pencegahan dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026