This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Hermayani Hermayani
Poltekkes Kemenkes Jayapura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perilaku Pencegahan Malaria Pada Ibu Hamil Berdasarkan Pendekatan Teori Health Belief Model (HBM) Selina Boseren; Hermayani Hermayani; Inggrit Rita Uli Manik; Peny Wena Betsy Maran; Leny Krey; Selpiana Toanapa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.53825

Abstract

Malaria merupakan ancaman serius bagi ibu hamil, terutama di daerah endemis, karena dapat menyebabkan komplikasi maternal dan perinatal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan perilaku pencegahan malaria pada ibu hamil berdasarkan pendekatan Health Belief Model (HBM) di wilayah kerja Puskesmas Sumberker. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 45 responden ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara bivariat menggunakan uji regresi logistik sederhana. Hasil menunjukkan bahwa hanya Self-Efficacy (Efikasi Diri) yang memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan perilaku pencegahan malaria (COR = 13,33; p = 0,037). Artinya, ibu hamil dengan efikasi diri tinggi memiliki peluang 13 kali lebih besar untuk patuh dalam mencegah malaria dibandingkan yang efikasi dirinya rendah. Sementara itu, dimensi HBM lainnya yaitu Perceived Susceptibility, Perceived Severity, Perceived Benefits, dan Cues to Action tidak menunjukkan hubungan statistik yang signifikan (p > 0,05), kemungkinan karena keterbatasan sampel, homogenitas respons, serta kesenjangan antara persepsi dan tindakan nyata. Temuan ini menegaskan bahwa efikasi diri merupakan kunci utama dalam mendorong kepatuhan perilaku pencegahan malaria pada ibu hamil. Oleh karena itu, intervensi kesehatan sebaiknya tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penguatan rasa percaya diri, keterampilan praktis, dan dukungan sosial agar perilaku pencegahan dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.